Kawasaki Magnum 80 LC, si imut nan bertenaga.

Posted on 1 June 2011

33


Mohon maaf, karena kemarin ngetik artikelnya sambil ‘mendem ciu lawaran‘ akhirnya yang selesai ditulis hanya judulnya saja…hi..hi..hi..

Okeiii, langsung saja mari kita ulas motor ini sebelum saya mendem lagi…

Di Thailand sana, banyak biker enthusias memanggil motor ini sebagai Baby Serpico diawal kemunculannya tahun 1993. Bagaimana tidak? secara tampilan dan performa sama-sama bikin geleng-geleng kepala dan memang seperti itulan pesona keberadaan dari Kawasaki Magnum 80 LC (Liquid Cooler). Sebagai produk pembaharuan dari varian AR 80 yang sebelumnya lahir di era 80’an, motor ini memberika cita rasa sempurna bagi generasi penikmat AR selanjutnya.

Kawasaki Magnum LC 80, kecil-kecil cabe rawit, walaupun kecil mampu ngibrit!

Walaupun berkubikasi kecil yakni 80cc (bore x stroke = 47.0 x 45.8 mm), tapi jangan tanya mengenai power yang disemburkan dari mesin 2 taknya. 20 ps @ 8.500 rpm adalah sebuah pembuktian bahwa motor imut ini jangan dianggap enteng sebelah mata. Dengan kompresi yang didapat 7.5 : 1, serta telah menggunakan pendingin mesin radiator yang mampu membantu kinerja motor secara optimal tanpa takut overheat. Masih seperti motor-motor 2 tak lainnya, pengolah bahan bakar berupa karburator Mikuni VM18SS adalah piranti wajib untuk mengolah debit bahan bakar ke ruang bakar. Dan yang terakhir, yang special dari motor yang mempunyai nama seperti ice cream tersebut adalah jumlah percepatan yang diadopsinya, walau bermesin imut sekalipun 6 percepatan disertai kopling manual adalah hal biasa pada Kawak Magnum 80 LC ini…weleh…weleh…weleh…

Dipasar Eropa lebih dikenal dengan nama Kawasaki AR-80 K.

Selama rentang waktu produksi 5 tahun lamanya, motor ini sempat melanglang buana dalam hal penjualan. Bukan hanya pasar domestik dalam negeri, tapi negara tetangga seperti Philipina, Vietnam, Malaysia, serta beberapa negara di Amerika Latin maupun Eropa, juga telah mencicipi aroma mini sport dari motor hasil pabrikan berlogo huruf K tersebut. Dan akhirnya ditahun 1998, si Baby Serpico akhirnya harus memutuskan untuk mengakhiri masa edar serta produksinya, hal ini dikarenakan pemberlakuan sistem regulasi EURO 2 pada negara-negara maju di Eropa telah membantunya wafat dengan tenang sebagai motor dengan nilai eksotis dimasanya.

Yeah! itulah sekelimut cerita mengenai produk kebanggaan Kawasaki Motor Thai, walaupun mempunyai umur pendek tapi setidaknya pesona akan eksotismenya mampu memberikan warna tersendiri bagi dunia permotoran, terutama motor sport batangan berkubikasi mini.

Motor ini di Malaysia diperdagangkan dengan nama Ninja 80 RR.

Demikian dari saya,

Salam.

***************************************************************

Motor ini memang bikin grengggg, walaupun bertubuh imut tapi tenaga liarnya mampu menutupi kekurangannya tersebut. Sama halnya dengan si mbak ini, sudah cantik, bisa bikin grengggg kaum batangan pula, maka hal ini akan memberi nilai plus pada pesonanya😀.