Kawasaki Tuxedo 110, si aduhai yang kurang terkenal.

Posted on 7 June 2011

23


Jangan heran kalau nama motor ini mirip dengan setelan jas kaum rupawan, yakni Tuxedo. Betul sekali, motor produksi dari Kawasaki Thailand ini benar-benar bernama Tuxedo. Secara kasat mata, jika diperhatikan lekuk body diarea belakang nampak sebelas dua belas dengan Kawasaki Kaze R yang dulu sempat mewarnai dunia persepada motoran tipe cub dinegeri ini. Tapi kesan bebek dibagian belakang akan segera bertolak belakang dengan model haluan, yak! benar sekali, si Tuxedo telah menerapkan kaki-kaki jenjang dibagian depan, atau kalau orang sini bilang model seperti itu adalah model ayam jago.

Kawasaki Tuxedo 110 SP.

Dengan tampang ayam jago, mesti nya performa mesin juga harus benar-benar jago khan?. Makanya tidak heran, walaupun hanya dibekali kubikasi mesin berkapasitas 110cc (bore x stroke = 53.0 x 48.6 mm), tapi power galak dari teknologi 2 tak nan jadul benar-benar tidak boleh dipandang sebelah mata. Tercatat 21.5 horsepower pada saat mesin bergasing 8.500 rpm, bisa dipastikan bisa memberikan efek hentakan spontan ke rider yang membesutnya…hmmm benar-benar bukan bebek biasa. Selain dipersenjatai power yang aduhaiii, Tuxedo telah ditemploki karburator Mikuni berukuran VM18SS untuk mengolah campuran bahan bakar menuju keruang bakar. Kompresi 6.6 : 1 dirasa sudah cukup tinggi untuk ukuran motor keluaran tahun 1995 lampau. Dan 4 percepatan disertai kopling manual merupakan serangkaian kelebihan dari produk yang juga dijual dibeberapa negara Amerika latin  tersebut.

Sama halnya produk ‘moped sport’ khas Kawasaki tempo dulu semacam Leo, Leo Star, K1, ataupun Raptor, di Tuxedo ini juga mengaplikasikan roda berukuran jomplang antara bagian depan dengan belakang. Dimana roda depan menggunakan ukuran 17″-250, sedangkan belakang menggunakan ukuran 18″-275. ‘Mungkin’ dengan dibuatkannya diameter roda lebih besar bagian belakang, maka transfer daya dari ganasnya output power mesin bisa tersalur sempurna dalam menapak lintasan jalan.

Tapi sayang, seperti nasib motor-motor eksotis 2 tak kebanyakan, entah itu berjenis ‘kelamin’ batangan maupun bebek ketika awal millenium menjemput, kelangsungan hidup ‘mereka’ berakhir tragis yakni discontinue produk. Seperti yang kita ketahui bersama, program ‘langit biru’ ditiap negara maju maupun berkembang telah memaksa tiap-tiap pabrikan untuk menghentikan populasi motor berteknologi 2 langkah. Anggapan boros bahan bakar dan biang polusi telah memberikan ancaman serius yang akhirnya harus membuat banyak penikmat raungan mesin 2 langkah gigit jari menerima nasib bahwa motor-motor idamannya tidak akan banyak wara-wiri dijalanan umum.

Kawasaki Tuxedo 110 versi standar (velg spoke wheel dan kopling otomatis).

Demikian dari saya,

Salam.

*****************************************************************

Kawasaki Tuxedo 110, ini motor benar-benar aduhaiiiii seperti si mbak yang cantik ini😀.