Piranha-3D (2010).

Posted on 10 June 2011

10


Lagi-lagi baru sempat melahap film koleksi hasil download’an, sebenarnya saya mendapatkan film ini pada tahun 2010 kemarin, tapi berhubung kesibukan kerjaan dan rasa capek setelah ‘berolah raga’ dengan istri dimalam hari maka acara nonton pun terpending hingga berakhir kemarin malam. Ohhh…syukurlah bisa menyaksikan film ini….

Okeiii…hari ini saya akan mereview film hasil remake dari film yang pada tahun 70’an lampau sempat menjadi ‘cult’ dimasanya. Piranha, yak judul dari film itu adalah Piranha, sebuah tontonan yang saya anggap mengasyikan. Lho emang sebegitu baguskan film ini? kalau saya rating dari sisi teknis, plot cerita, maupun akting para pemainnya, tentu saja bakal mengecewakan para moviegoers, tapi jika dinilai dari sisi entertaint…jujur Piranha merupakan tontonan yang sangat-sangat menghibur, terutama bagi kaum laki-laki.

Diceritakan sekawanan ikan piranha yang mampu bertahan hidup dan melakukan evolusi lebih dari berjuta-juta tahun silam didasar danau Victoria kini lepas. Mereka berhamburan dari habitatnya karena adanya gempa bawah laut. Dan apa jadinya jika sekawanan besar ikan pemangsa daging tersebut berkeliaran mencari mangsa ditempat wisata danau Victoria yang tengah penuh sesak dengan manusia?

Disinilah tanggung jawab dari Sheriff Julie Forester (Elizabeth Shue) beserta rekan timnya untuk menyelamatkan kota dan keluarganya tersebut dari ancaman serangan ikan piranha. Selain itu, anak dari sang Sheriff yaitu Jake Forester (Steven R. McQueen) juga tengah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan wanita idamannya dari ancaman piranha ketika ia sedang asyik ikut dalam pembuatan film porno dengan rekannya Derrick Jones CS (Jerry O’Connell) didanau Victoria.

Yeah…yeah…film yang sangat ‘corny’ dan ‘cheesy’, tapi dibalik kesederhanaan ide cerita tersebut tersembunyi berbagai ‘penampakan’ yang bisa membuat mata para penikmat setia B-Movie melotot ‘kelojotan’. Apa maksudnya? karena disini kita, terutama kaum batangan akan disuguhi banyak sekali adegan ‘topless’ dari cewek-cewek yang tengah menikmati pesta ditepian danau Victoria. Bukan hanya adegan pamer payudara dan pantat saja, melainkan adegan ‘indah’ lainnya akan bisa anda temui disepanjang film ini.

Tapi ingat! genre utama dari Piranha besutan Alexandre Aja yang pernah menyutradarai Hill Have Eyes atau High Tension ini adalah horor violance, dengan dibumbui adegan gore fiesta disana-sana. Maka harap diperhatikan ketika selesai paruh pertama dari film yang dipenuhi adegan ‘sexy’, menginjak babak kedua sampai ending mata penonton akan disuguhi berbagai macam ceceran tubuh wanita cantik yang tercabik oleh tajamnya gigi-gigi kawanan ikan piranha.

Memang menyaksikan film semacam ini butuh ke khusukan tersendiri untuk menikmati suasana ‘crampy’ yang telah terbangun dari awal. Luangkan sedikit waktu untuk jauh dari jangkauan anak kecil atau teman yang benar-benar antipati terhadap adegan-adegan ‘disturbing’.

Demikian dari saya,

Salam.

************************************************************

Ooo…iya difilm ini anda akan menemui sosok Eli Roth sang creator film Hostel ataupun lebih dikenal sebagai ‘The Bear Jew’ dalam film Inglorious Basterds’nya Tarantino, mendapat peran cameo yang begitu komikal nan menyedihkan karena diperan itu Roth harus meregang nyawa dengan cara aneh yakni kepalanya pecah tergencet kapal boat.

Posted in: Resensi Film