Honda NS 125 R, tampangnya tak segarang tenaganya.

Posted on 14 June 2011

19


Honda NS 125 R (1987).

Motor diatas merupakan varian bonsai dari sang legendaris Honda NS 250 R. Tentunya bagi anda penggila varian NSR 250 sudah tidak asing dengan nama NS 250 R bukan? karena memang motor tersebut adalah versi predesor dari produk tereksotis yang pernah dibuat oleh Honda Racing Corp Jepang. Honda NS 125 R terlahir pada tahun 1987 lampau, kehadiran dari motor ini sejatinya ditujukan untuk meramaikan pasar motor sport berkubikasi tanggung asal Itali macam Aprilia AF1 108 Project ataupun Cagiva Gillera KK125. Versi motor batangan berfairing ini adalah produk facelift dari pendahulunya yakni Honda NS 125 F (1985-6) yang mengambil tema naked bike. Tapi ingat! biarpun sama-sama keluaran dari pabrikan Italy jangan pernah meng’compare tenaga dari NS 125 F dengan motor sport asli negara tersebut macam kedua produk yang sudah tertulis diatas, karena akan sangat jauh perbedaan output powernya.

Walaupun terlahir dari genetika negeri penghasil sushi tapi cita rasa pizza tidak akan luput dari motor ini. Mungkin karena market yang disasar adalah 80% khusus dalam negeri (baca Itali), NS 125 R memoles dirinya bak motor-motor beruara mafia. Coba perhatikan lekak-lekuk tubuhnya, benar-benar menggoda dan bercita rasa premium bukan? Memang jika dibandingkan dengan design motor sport berfairing tipe modern seperti saat ini akan terlihat jadul habis, tapi dimasa keemasannya, motor ini bisa membuat kaum pejantan penyuka motor batangan panas dingin guna menahan gejolak ingin mengangkanginya.

Honda NS 125 F (1985).

Sesuai seperti judulnya, Honda NS 125 R dipersenjatai dengan mesin berkubikasi 125cc 2 stroke liquid cooler, hasil nilai kubikasi itu diperoleh dari bore x stroke = 56 x 50 mm. Walaupun hanya dijejali mesin single silinder berkapasitas sak upil untuk ukuran motor sport, tapi power yang dimuntahkannya juga not bad lah, 12 ps @ 7.000 rpm adalah bukti motor bonsai ini sangat friendly untuk dikendarai rider pemula. Belum lagi kompresi yang terbilang lumayan tinggi dimasanya yakni 6.5 : 1, bertransmisi 6 percepatan, serta terpadukannya pengkabut bahan bakar konvensional berupa Dell’ Orto PHBH berventuri 26mm, adalah kombinasi tepat untuk membuat motor ini mampu berakselerasi sampai batas kecepatan 69 mph (restricted)…hmmm…jinak-jinak merpati lah.

Sepertinya pasar akan motor sport mini ini tidak begitu menggembirakan, tercatat dipenghujung era 80’an produksinya telah terhenti. Dan bisa dipastikan, sama halnya dengan motor-motor langka 2 tak asal Eropa, keberadaan Honda NS 125 R merupakan incaran bagi kolektor. Bahkan bisa dimungkinkan juga, jika saat ini harga jualnya bisa dikatakan menyerupai harga beli baru dalam kondisi fresh from dealer dimasanya.

Honda NS 125 R II versi Rothsman Edition (1988).

Demikian dari saya,

Salam.

*************************************************************

Motor sport berkubikasi mungil memang wokeiii untuk dikangkangi, tapi apakah si mbak ini juga wokeiii untuk di….:-D.