Renungkan lagi jika menyebut mereka 4L4y…

Posted on 18 June 2011

56


Tidak sedikit dari kita merasa antipati terhadap kaum Al4y, bahkan dengan enteng pun kita kadang mencela ‘mereka’, entah kenapa koq rasa-rasanya hal tersebut terasa terlalu sentimentil buat saya. Adakah yang salah dengan mereka?

Apa karena gaya busana yang mereka kenakan terlihat berlebihan dimata kita? coba renungkan sejenak apakah cara berbusana kita sudah sesuai dengan kaidah-kaidah tata krama ‘budaya timur’ sebenarnya?. Apa mungkin gaya bergaul mereka cenderung over pe-de, jadi terlihat norak menurut persepsi kita? coba berkaca sebentar, bagaimana sih gaya bergaul kita dengan rekan-rekan se ‘gank’ jika sudah ‘melebur’ sebegitu akrab?. Apa karena style penampilan mereka yang dibuat ‘sok’ jadi kita jengah melihatnya? coba bandingkan dengan diri kita, apakah penampilan kita sudah lebih ‘dewasa’ dari mereka?. Apa karena mereka 100% penikmat musik ‘menye-menye’ alias melayu yang sok metal tapi terdengar cengeng lantas tidak sebanding dengan selera musik ‘premium’ kita? coba telaah lagi, bukankah kita adalah masyarakat melayu, apa salah jika menyukai musik melayu yang di ‘blend’ dengan berbagai aliran musik sekarang?. Apakah karena cara berkendara mereka dijalan yang tidak sesuai dengan tuntutan ‘safe riding’ dan cenderung membahayakan pengguna jalan lain? coba mari berpikir bersama, jika anda mempunyai ilmu safe riding dengan predikat ‘camlaud’ alias hapal diluar kepala, kenapa hanya mencela? bukankah ilmu akan lebih berharga jika disharing kepada mereka yang kita anggap al4y dijalan, mungkin karena mereka kurang pengertian tentang ilmu itu jadi ‘darah muda’ adalah suatu ekspresi unjuk diri yang harus dipenuhi, coba kalau mereka tahu apa dan bagaimana efek dari berkendara ugal-ugalan dijalan pasti tidak akan ada anggapan al4y dijalan.



Dalam otak mesum penuh lendir, saya berpikir, mereka (al4y) berbuat, bertindak, dan melakukan hal seperti itu karena mereka hanya ingin mengekspresikan diri secara personal maupun golongan. Siapa sih yang tidak ingin mendapat perhatian jika sudah berbuat ‘semaksimal’ mungkin? pastinya tidak ada khan? semua ingin mendapat perhatian. Begitu juga dengan mereka, mereka berlaku seperti itu juga karena ingin mendapat perhatian, seperti halnya jika anda mempunyai motor baru, keluaran terbaru, dengan seabrek fitur canggih nan mewah, dan so pasti bisa ngebut lagi, pasti anda juga ingin mendapat perhatian dijalan bukan?

Yeah! hari ini saya berpikir, terkadang saya pribadi terlalu naif jika menghujat para al4y. Jika saja cermin dimana saya tiap hari berkaca disitu bisa bilang, “apakah dirimu sudah lebih baik dari para al4y itu?”, saya merasa malu.

Last, sama-sama sebagai warga negera Indonesia, sebagai masyarakat yang ‘pintar’, janganlah terlalu memandang sinis para al4y toh mereka berbuat seperti itu hanya sebatas mencari perhatian, selama tidak ada yang dirugikan…yo wis biarin saja. Dan juga jangan terlalu kesal pada mereka karena kesal buahnya dosa, janganlah menanggung dosa karena hanya merasa kesal kepada mereka…’ridiculous’ khan?

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini