Sucker Punch (2011).

Posted on 24 June 2011

6


Setelah melihat promo trailernya dipertengahan tahun 2010 kemarin, ekspektasi saya langsung mencuat dengan film ini, Sucker Puch…yak! sebuah film yang juga dibesut oleh Zack Snyder. Lengkap sudah berbagai imaginasi liar yang terus menghiasi otak saya agar sesegera mungkin film ini ditayangkan disinema lokal, siapa sih para moviegoers yang meragukan hasil karya dari tangan dingin Snyder? sebut saja filmografinya macam Watchmen yang bercerita tentang sosok superhero nan membumi, aksi heroik para prajurit Spartan di 300, dan juga aksi para burung hantu di film animasi CGI pertamanya di Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole, benar-benar track record yang membumbungkan ekpektasi para fans untuk menantikan film terbarunya bukan?

Tapi, setelah menyaksikan Sucker Puch tiba-tiba saja dahi saya mengernyit, kenapa hanya seperti ini film garapan dari sang maestro? Kalau boleh bilang film ini tidak begitu bagus tapi tidak sepenuhnya jelek juga, cuma dari segi plot story benar-benar dibawah cita rasa film-film Znyder sebelumnya, terasa kurang menggigit menurut saya. Untung saja kelemahan dari sisi jalannya cerita bisa tertutup oleh efek yang cukup ‘nendang’, apalagi iringan sountrack disetiap slot adegan action berlangsung….dijamin bikin indra dengar kita bergetar mendengar ‘army of me’ nya Bjork, versi remix ‘we will rock you’ dan ‘i want it all’ nya Queen, serta beberapa tembang techno progresif yang benar-benar menghentak.

Sucker Punch bercerita tentang halusinasi seorang gadis 20 tahun bernama Baby Doll (Emily Browning) yang tengah dijebloskan kepanti rehab remaja karena difitnah membunuh adiknya oleh ayah tirinya. Disini Baby Doll bertemu dengan beberapa rekan yang kemudian mencetuskan ide untuk kabur dari tempat tersebut. Dengan perencanan yang kurang matang akhirnya Sweat Pea (Abbie Cornish), Rocket (Jena Malone), Blondie (Vannesa Hudges), Amber (Jamie Chung), dan tentunya Baby Doll sendiri bergerak menjalankan aksi rencananya.

Nah ditiap melaksanakan aksi dari rencana yang telah tersusun seperti mengambil ‘map’ dari ruang kepala panti, mengambil korek api dari tamu asing, ataupun mengambil pisau milik koki, Baby Doll selalu mengalami halusinasi ‘tingkat tinggi’. Seperti apakah wujud halusinasinya yang melibatkan teman-temanya juga tersebut? dan apakah akhirnya Baby Doll CS bisa berhasil menuntaskan tiap level rencananya untuk kabur? yeahhh! nikmatin aja sendiri endingnya ga mau spoiler terlalu jauh ahhh😀.

Hmmm…menyaksikan film ini koq rasa-rasanya seperti de javu dengan Sailor Moon Squad versi bule with machine gun and sword ya…kenapa saya mengatakan seperti itu? karena penampilan serta kostum para pemain utama dipermak habis seperti gadis Jepang. Dan tentunya bagi kaum ‘batangan’ menyaksikan film ini akan mempunyai kesenangan tersendiri, sudah disuguhi deretan aksi penuh efek nan memukau, tidak lupa ketinggalan para gadis yang menjadi jagoan di make up bak ‘warrior princess’ ala negeri sakura…sexy, stylish, and deadly.

Dan sebagai penutup, Sucker Punch saya kira bukan film terbaik ‘summer’ tahun ini apa lagi jika dibandingkan dengan film debutan sang sutradara itu sendiri yakni Dawn Of The Dead (2004) hasil remake dari kepunyaannya George Romero, ‘feel’nya sangat-sangat jauh lebih ‘mengena’ film itu. Maaf Znyder next time kamu mungkin bisa bikin yang lebih baik dari ini.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film