Bagaimana sikap berkendara anda hari ini? saya harap tidak seperti saya!

Posted on 29 June 2011

22


Dulu pernah terlintas dipikiran bahwa pola berkendara masyarakat dinegeri ini dipengaruhi oleh jenjang pendidikannya, karena jika dikorelasikan dengan ilmu yang semakin tinggi semakin ‘wise’, ternyata hal tersebut salah…kenapa? sejak melihat polah tingkah anak-anak club motor berkubikasi 250cc yang kerap berlaku ‘slonong boy’ layaknya riders bebek butut yang sebagian besar terkesan menggampangkan ‘kesopanan berlalu lintas’ dijalan, maka pikiran saya langsung tersamar akan hal itu. Ngakunya anak club, ngakunya sudah ‘khatam’ dengan kedisiplinan berlalu lintas sesuai moto yang dijunjung oleh club masing-masing, ngakunya bikers yang sudah nyemplak kuda besi 250cc adalah keturunan keluarga berpendidikan? tapi nyatanya? oalah lha koq yo sama saja dengan riders bebek sruntulan…ck..ck..ck..ck..piye iki?

Sekarang ketika mencoba mencari relation polah berkendara dengan strata sosial, lha koq masih ora nyambung juga. Seharusnya orang yang mampu beli motor diatas 35 juta bisa digolongkan dengan bikers kalangan ‘mapan’, yang notabennya semakin berlimpah rejeki semakin ‘down to earth’ sikapnya. Tapi kalau melihat tampang garapan alias modifikasi beberapa kuda besi kesayangan ‘mereka’…weladalahhhh…koq yo ora kalah aneh dengan motor bebek yang kerap ditrondoli biar bisa melaju kencang…katanya, dan tidak lupa memasang knalpot free flow biar berisiknya minta ampun tapi ini demi style racy…masa bodo amat dengan orang disekeliling.

Wisss jan wuanehhh tapi nyata!

Maka kalo diambil benang merahnya, beberapa bikers kelas jet-zet dengan bikers kere sekalipun akan sama kedudukannya jika tidak bisa mengerti akan norma berlalu lintas dijalan raya, asal mampu beli atau hanya merengek ke orang tua demi motor 250cc bahkan diatasnya, tapi tidak mampu ‘membawa’nya dengan benar…ya sama aja dengan golongan bikers geblek!. Tahu sendiri khan bikers yang model gituan? tidak usah saya sebutkan kriterianya…lha wong kalo ada cermin didepan muka sayapun, diri ini adalah salah satunya koq. So ‘mengutuk’ diri sendiri adalah kata yang bijak dari pada men’judge orang lain seolah kitalah yang paling putih.

Hemmmmm….benar-benar susah untuk menjadi pengendara yang baik dijalan….apalagi baik bagi diri sendiri maupun baik bagi orang lain, bagaimana dengan anda hari ini?

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini