Lebih nekat manakah pembalap dulu dengan sekarang?

Posted on 2 July 2011

31


Yang namanya balap dilintasan pastilah seru buat dinikmatin, seperti contoh ya gelaran Superbike, Manx of TT, BSB, hingga adu kebut kelas para raja yakni MotoGP. Tapi taukah situ kunci dibalik glamournya pentas balap bergengsi tersebut? Yo’a. Semua ada dipara riders-nya. Dan sebagai orang awam yang cuman menikmati sensasi adu kebut diatas 200 kp/h, pastilah terselib celetukan ke mereka yang bermental ‘super duper ultra crazy’.

Lebih ‘sakit’ mana rider era bahula dengan era millenium?

Sedikit menengok kebelakang. Jika membandingkan siapakah yang lebih ‘sakit’ (baca nekat) antara pembalap era millenium dengan jaman bahula pastilah jawabannya akan sangat jelas, pembala era jadul lebih memperoleh acungan jempol terbanyak dibanding pembalap sekarang. Lha wong pada era dimana perangkat safety masih dinilai menimalis tapi itu tidak membuat ciut nyali para pembalap buat mbejek throtle lebih dalam. Kejadian jatuh, tabrakan, atau accident lain sewaktu lomba berlangsung tidak menyurutkan semangat mereka menjalani lomba. Salute!

Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan menimpa si rider ini setelah mengalami accident.

Bagaimana dengan para riders jaman sekarang? yeah! walaupun crash masih menjadi momok yang menakutkan bagi pembalap manapun, tapi berkat dukungan piranti keselamatan nan mutakhir tentunya efek cidera berat akan bisa diminimalisir. Sangat berbeda dengan jaman dulu bukan?

Walaupun sama-sama mengalami kecelakaan tapi pembalap sekarang lebih ‘sedikit’ merasa aman, karena safety gears yang dipakai lebih ‘canggih’ dibanding dulu.

Akhirnya bisa ditarik kesimpulan. Para pembalap ‘purba’ tentunya lebih ‘sinting’ dalam menjalani perlombaan. Hanya bermodalkan piranti kesalamatan yang tentunya masih jauh dari kata aman, tapi mereka mampu memberikan sajian seru pemompa adrenalin dalam tiap even perlombaan.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Journal