Yamaha Belle 105, dari masa ke masa (I).

Posted on 4 July 2011

25


Masih ingat dengan artikel mengenai sang pioner bebek bercakram pertama kali dikeluarga Yamaha? Kalau tidak silahkan klik disini. Jika sudah merasa ter’re-fresh, maka kali ini saya coba mengurai asal usul dari negeri asalnya langsung (Thailand) tentang generasi motor tersebut.

Disana (Thailand) motor ini mendapat panggilan ‘mesra’ Belle, mulai diproduksi pada pertengahan tahun 80’an lebih tepatnya tahun 86/87 dengan tipe unggulannya mengandalkan mesin 80cc…yeah kalau diibaratkan disini motor tersebut bagaikan Yamaha V80 yang ditelanjangi kemudian dipaksa memamerkan kaki-kaki jenjangnya…co..cuitttt!

Produk generasi pertama dari keluarga Belle (80cc).

Bagaimana dengan detail spek mesinnya? hmmm…sama plek dengan versi V80 generasi ke 3, yakni mengusung teknologi mesin 2 langkah berpendingin udara, kapasitas silinder 80cc (bore x stroke = 47.0 x 45.6 mm), berkompresi 6.1:1, mengaplikasikan 3 percepatan, pengapian diotaki oleh CDI, serta hanya mampu memuntahkan power 7.5 hp @ 5.500 rpm….yeah! not bad lah untuk ukuran bebek 80’an.

Genap satu tahun kemudian, pabrikan Yamaha yang bermarkas dinegeri berjuluk Gajah Putih tersebut melakukan revisi besar-besaran terhadap mesin V80 nya. Guna memenuhi tuntutan perkembangan waktu dimana para enthusiast roda dua kala itu mengingankan kendaraan dengan performa smooth serta nyaman dipakai harian, maka melalui berbagai riset dan olah pikir para insinyur disana lahirlah cikal bakal motor Yamaha Alfa II R (kalau disini) dikemudian hari.

Di Thailand motor ini tetap menyandang nama kebesaran Belle, kemungkinan hal itu dipilih untuk tetap menjaga nama besar dari trah dinasti Belle kaleee ya….

Dan benar saja, regenerasi Yamaha Belle ini berlangsung hingga memasuki awal Millenium baru. Tercatat motor yang 8 kali mengalami revisi facelift ini tetap bertahan dengan gaya ayam jago nya. Jika dulu Belle keluar pertama kali mengusung mesin 80 cc, maka digenerasi ke duanya mesin 105cc dianggap mewakili kebutuhan konsumen yang mengingkan kenaikan power tanpa menghilangkan kesan nyaman untuk berkomuter.

Generasi ke 2 yang lahir tahun 1988, sudah mengalami pembengkakan kapasitas mesin dan perombakan besar-besaran disektor body, cuman sayang masih minus cakram depan.

Generasi ke 3 dari keluarga Belle dengan penambahan embel-embel huruf ‘M’ yang berarti telah terdapat perbaikan pada shock stereo pada bagian buritan serta pijakan foot step belakang sudah terpisah dari swing arm, motor ini lahir tidak lama setelah generasi pertama sukses dipasaran.

Generasi ke 4 inilah yang masuk ke negera kita di tahun 1989 berbarengan dengan peluncurannya dinegeri asalnya sana. Masih tetap mengusung mesin 102cc milik Belle generasi 1, cuman yang membedakan adalah penambahan instalasi front disk brake serta penambahan huruf ‘R’ yang mungkin berarti Racing atau entahlah…

Dengan penambahan kopling manual, kesan bebek sporti sedikit tersemat pada produk generasi ke 5 Yamaha Belle ini. Sudah seperti kebiasaaan suatu pabrikan jika ada fasilitas kopling manual, penyematan huruf ‘R’ dengan dipertegas kata ‘Super’ adalah sesuatu yang menjadi pelengkap nilai jual…kelihatannya sih?!

Generasi ke 6 pada Belle series ini bisa dianggap sebagai produk pelengkap saja, karena hanya bermodalkan facelift berupa permainan striping yang menurut saya kurang sporti, motor ini hadir kurang menawan (IMHO).

Dengan perompakan tudung lampu, update model stang clip-on, serta permainan…lagi-lagi striping, Generasi ke 7 dari Yamaha Belle ini sudah berusaha untuk bersusah payah mengejar segmen bebek sport. Dan tidak tanggung-tanggung juga…lagi-lagi dan lagi-lagi pemaksaan penempelan huruf ‘RS’ dibelakang motor yang terlahir tahun 1998 adalah bukti upaya kerja keras pabrikan untuk memberikan citra sporti pada keluarga Belle. Lantas berhasilkan upaya itu? saya juga tidak tahu…hihihihihi

Dibekali dengan pembengkakan kapasitas silinder dari pendahulunya yakni menjadi 102.1cc ( bore x stroke = 50 x 55 mm), berkompresi 7.15:1, mengaplikasikan 4 percepatan, serta tetap mempercayakan otak pengapiannya pada CDI, motor ini benar-benar memberikan warna tersendiri pada ragam produk moped Yamaha.

Last seperti yang sudah-sudah, anggapan motor 2 langkah sudah tidak bisa mengikuti perkembangan jaman karena terlalu ‘jahat’ mencemari lingkungan dari hasil pembakarannya yang masih menganut sistem konvensional, maka keberadaan generasi Yamaha Belle pelan tapi pasti meredup seiring dengan perkembangan jaman, dimana juga kebutuhan motor 4 langkah adalah jawaban pasti bagi para bikers modern.

Demikian dari saya,

Salam.

Bersambung….

*******************************************************************************

Motor yang patut dilenstarikan keberadaannya, seperti mba Aino Kishi yang patut juga dilestarikan kepopulerannya demi membantu fantasi kaum ‘batangan’ dalam meraih kenikmatanšŸ˜€.