“The Flying Machine”…Suzuki RGR 150 Gamma.

Posted on 6 July 2011

22


Dijaman masa keemasan motor 2 langkah, tiap pabrikan pasti mempunyai produk kebanggaan masing-masing. Ambil contoh AHM dengan NSR 150 RR‘nya, YMKI dengan TZM 150‘nya, KMI dengan Ninja 150 RR’nya…lantas bagaimana dengan Suzuki Indomobil? apakah hanya akan mengandalkan RGR 150’nya? wahhhh! kalau iya dijamin ga bakalan bisa ngejar motor-motor para rivalnya donk…lha wong secara data teknis saja, Suzuki RGR 150 bukan lawan sebanding untuk ketiga jagoan tersebut. Dan benar saja waktu itu pabrikan Indomobil Group (SIS/ Suzuki Indomobil Sales sekarang) tidak mempunyai motor kebanggaan dengan spek ‘bengis’ seperti para kompetitornya.

Tapi cerita punya cerita, pabrikan dengan logo kebanggaan huruf S tersebut sebenarnya waktu itu akan memboyong suatu motor yang jika dibandingkan dengan ketiga jagoan para rival, bisa dianggap mereka tidak ada apa-apanya. Tapi sayang krisis moneter yang menghantam perekonomian dunia berimbas pada hasil akhir rencana tersebut…yeah! singkat kata motor tersebut batal dimasukan via pabrikan resmi.

So…pasti anda semua pada penasaran kan, sebenarnya motor apa yang dulu direncanakan mengaspal dinegeri ini untuk dijadikan varian tertinggi motor sport dari Suzuki. Yak! tak lain dan tak bukan Suzuki RGR 150 Gamma adalah jawabnya.


Lihat saja lekuk bodynya…wow! Shiori Hazuki saja kalah sexy cinnnn! (siapa sih si Hazuki itu?! ‘garuk-garuk kepala’), belum lagi rangka twin spar frame alias Deltabox yang menggendong mesinnya…alamak sporty sekali, ditambah model swing arm banana style‘nya…wisss benar-benar mencerminkan motor sport sejati dikelasnya lah.

Tampang ‘ngejreng‘ pasti akan terasa nanggung kalau urusan performa masih kalah dari motor bebek. Maka dengan dibekali mesin berdapur pacu 148 cc (bore x stroke = 61 x 50.6 mm) berpendingin cair alias radiator, berkompresi 7.5 : 1, serta berpengkabut bahan bakar berupa karburator Mikuni VM 30 SS…motor ini mampu  memuntahkan tenaga sampai 37 hp @ 10.800 rpm pada gigi mentok di 6 percepatan….Dan juga ni ya, teknologi juara yang bernama AETC (Automatic Exhoust Timing Control) aseli karya cipta insinyur-insinyur Suzuki juga sudah nempel manis disini, jika diibaratkan, AETC ini merupakan pendongkrak stamina macam Super KIPS nya Ninja 150, RC Valve nya NSR, ato YPVSnya TZM 150. jadi istilah ‘The Flying Machine‘ saya rasa tepat untuk disandangkan pada RGR 150 Gamma ini.

Sayang seribu sayang, motor ‘sebengis‘ ini enggan dipasarkan dinegeri ini, misalkan jadi pun tak pelak pabrikan Suzuki Indonesia pastilah mempunyai ‘duet maut’ dari produk 2 tak serta 4 tak yang menggegerkan pasar. Coba lihat divarian 4 tak sudah digawangi oleh Suzuki FXR 150 andaikata RGR 150 Gamma masuk maka lengkap sudah predikat pabrikan yang menjual 2 motor di 2 segmen berbeda untuk kelas sport sejati.

Demikian dari saya,

Salam.

********************************************************

Sungguh motor yang bisa menarik minat banyak kaum batangan untuk betah-betah menungganginya…tapi bagaimana jika motor ini tiba-tiba berubah menjadi mbak Aino Kishi yang aduhai itu…?😀