5 Days Of War (2011).

Posted on 8 July 2011

9


Menjadi wartawan perang adalah tugas yang sangat berbahaya, demi sebuah berita kebenaran mereka harus bertaruh nyawa untuk menyampaikannya kepada dunia, entah apapun resiko yang harus dilalui. Hal itu pulalah yang tengah dihadapi oleh Thomas Anders (Rupert Friend) serta kawannya Sabastian Ganz (Richard Coyle), duo reporter serta kamerawan asal Amerika yang tengah meliput invasi militer negara Rusia terhadap Georgia.

Melihat situasi dan kondisi pasca penyerbuan militer sukarela dari pihak Rusia terhadap warga sipil Georgia yang melakukan kejahatan perang, membuat nurani kedua wartawan tersebut terketuk untuk mengabadikannya. Tapi malang bagi mereka, proses rekamannya terdeteksi oleh pihak musuh, tak ayal lagi bagaikan tikus dan kucing terjadilah aksi pengejaran. Dengan dibantu dari kesatuan militer negara Georgia, Thomas dan Sabastian mati-matian melindungi bukti dokumen itu untuk diberitakan keseantero dunia. Lima hari disana terasa bagaikan dineraka bagi kedua wartawan malang tersebut.



Yeah! menikmati film drama dengan balutan konflik perang 2 negara adalah kesenangan tersendiri, banyak momen yang pastinya bisa terungkap disini, dari rasa nasionalisme membela tanah air, konflik nurani tokoh sentral, dan tentunya upaya survival dari kejaran musuh yang seharusnya bisa menggedor adrenalin pemirsanya. Di film yang berjudul 5 Days Of War (2011) garapan Renny Harlin yang sebelumnya pernah juga menyutradarai Die Hard 2 (Bruce Willis) ataupun Cliffhanger (Stallone) benar-benar mampu memberikan nuasa yang saya ketik diatas. Lantas apakah film ini tergolong dalam penilaian sempurna? saya rasa tidak, karena setelah diawal opening kita disuguhi adegan pembuka yang lumayan menarik untuk ukuran film low budget (estimasi biaya produksi 20.000.000 dollar), memasuki babak paruh kedua saya benar-benar merasa nge-drop akan pace cerita yang berjalan lambat hingga akhirnya tertolong lagi ketika proses survival dari kejaran musuh hingga akhir cerita berakhir.

Mengambil latar belakang invasi militer Rusia atas tanah Georgia dibulan Agustus tahun 2008 silam adalah pilihan yang riskan bagi tim kreatif film ini. Jika saja salah dalam penanganan keakurasian setting maupun cerita yang terjadi waktu itu maka tidak pelak berbagai cercaan penonton akan segera terlontar, tapi sehabis menikmati film ini dan memburu berita mengenai kebenaran seputar kejadian perang tersebut…wow! tempat bahkan lokasi yang disebutkan ternyata sama persis. Maka dari hal ini bisa disimpulkan 5 Days Of War mendapat point tambahan bernilai positif. Cuman yang sedikit mengganjal akan film ini adalah sikap barbarian para pihak militer Russia dimana mereka melakukan eksekusi terhadap warga sipil koq terlalu over ekpose yang malah membuat film ini terlalu mendramatisir keadaan dan berjalan tidak natural.

Terus mengenai segi special effect, bagi film yang mempunyai budget pas-pasan seperti ini, saya rasa sang sutradara mampu memaksimalkan segala bentuk medan perang secara riil walaupun tidak akurat 100%. Mulai dari ledakan, efek gory akibat ledakan, ataupun setup lokasi sewaktu perang berkecamuk disebuah kota…benar-benar bisa dikasih acungan jempol. Selain ledakan serta hamburan peluru yang muntah dari laras senapan, adalagi view yang enak untuk dinikmati difilm ini, apakah itu? tidak lain dan tidak bukan adalah alam pemandangan maupun detail kota di Georgia yang tergambarkan secara apik menurut saya…cuman sayang ketika memasuki babak pertumpahan darah yang berlangsung ditengah kota rasa-rasanya ada keanehan…masa kota sebesar itu tidak terlihat penduduk yang mengungsi atau menjadi korban perang…hanya serpihan gedung dan serakan mobil akibat gempuran tank maupun helikopter yang menjadi visual andalan.

Lantas mengenai akting dari para pemainnya itu sendiri saya rasa mereka dalam kondisi tidak bagus serta tidak jelek alias biasa-biasa saja, kecuali act stealer dari aktor kawakan Val Killmer yang menjadi juru kamera berngaran Dutchmen…benar-benar gokil, tapi sayang peran doi malah bernasip apes menjelang akhir film.

So my virdict….bagi anda penyuka sinema sejenis, 5 Days Of War lumayan buat peneman week end anda. Tapi jangan terlalu berekpetasi tinggi terhadap film ini lha wong dari segi dana saja tidak begitu hebat maka hasil eksekusi cerita nya pun juga tergolong cheesy.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film