“…dijalanan, angkat sekali lagi gelasmu kawan…”

Posted on 13 July 2011

23


Jikalau melihat innocent face dari my little Shelby yang tengah terlelap…ahhh…rasanya jadi malu sendiri dengan kenakalan-kenakalan diwaktu lalu. Yeah…namanya juga anak muda yang tengah mencari jati diri, apapun dilakukan untuk sekedar ‘tahu rasa’ apa yang tengah menjadi gundah dihati.

Berkumpul bersama kawan sealiran menyalurkan hobbies didunia roda dua merupakan ritual wajib malam minggu sebelum memperoleh ‘kawan tanding’ diranjang seperti saat ini. Mungkin karena terbawa arus lingkungan dimana tiap orangnya adalah ‘physco-cycles’ dikomunitas tersebut, maka secara tidak langsung sifat bengal saya yang tadinya tersamar kian hari kian kentara…saya juga heran kenapa bisa begitu. Ber-rolling thunder tanpa tujuan, nongkrong dengan rekan sehaluan dikota-kota tetangga, menikmati dinginnya malam dengan ditemani hangatnya alkohol berkadar 40% merupakan kesenangan membunuh malam minggu hingga subuh menjelang. Happy-happy…happy-happy…happy-happy…dan pokoknya happy-happy itulah kata yang salalu menggelantung dikepala tiap berkumpul bersama dengan ‘mereka’.

“…dijalanan, angkat sekali lagi gelasmu kawan…”, penggalan lagu dari Shaggy Dog – (Pict. dokumen pribadi).

Entah kenapa waktu itu jika sudah guyub bersama, alkohol merupakan ‘perwujudan’ sebagai simbol kekeluargaan antar sesama (baca brotherhood)…mungkin rasa-rasanya bagaikan rokok lah yang dijadikan ‘sugesti’ persaudaraan jika sudah berkumpul dengan teman sesama penghisap pada ‘benda’ ini. Perasaan percaya diri yang tiba-tiba muncul dari diri sendiri terhadap rekan yang lain adalah efek semu dari benda berstempel haram tersebut, tapi apapun larangannya baik dari segi kesehatan maupun dogma dimasyarakat akan nilai buruknya…toh kala itu saya sebagai penikmat…enjoy aja menenggaknya.

Dan bahkan sampai detik ini, tidak sedikit dari biker enthusiast yang ngakunya sebagai anak motor beraliran ‘garis keras’…tetap menjadikan alkohol sebagai hidangan jamuan sakral peneman hangatnya rasa kekeluargaan antara brother yang satu dengan yang lain. Asal tidak rusuh…lanjuttt..!

Perempuan disarang penyamun yang mulutnya bau alkohol?…ahh sudah biasa bagi kaum jalanan seperti kita dulu…asal tidak rusuh lanjut! – (Pict. dokumen pribadi).

Tapi setelah sang waktu terus merajam otak dan akal pikiran terdewasakan guna melanjutkan perjalanan hidup dijalur yang agak benar, sedikit demi sedikit sayapun tersadar akan ancaman negatif dari buruknya pengaruh alkohol. Bukan hanya kesehatan akan jadi taruhannya, melainkan pandangan miring akan stigma masyarakat terhadap para peminum yang dianggap sebagai ‘grass root’ dari biang kerusuhan sosial dilingkungan sekitar adalah tuduhan pasti…menyedihkan bukan? tapi memang begitulah adanya…

So…bagi para rekanku yang saat ini masih merasa suci akan pengaruh rayuan alkohol, lanjutkan hidup bersih anda. Dan bagi mereka yang sudah kadung tercebur kealam basah nikmat jerat alkohol, niatkan diri anda untuk sedikit demi sedikit mengurangi porsi hingga akhirnya bisa bersih dari pengaruh buruk minuman tersebut. Kenapa saya sok merasa menggurui, karena saya cuma ingin memberitakan dibalik nikmatnya efek ‘fly’ dari alkohol tersebut, sebenarnya tersembul banyak kerugian yang nantinya akan anda tanggung karena nikmat semu sesaat. Tidak percaya?! Silahkan…

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini