Penting dan ngga pentingnya arti dibalik kelamin perempuan.

Posted on 23 July 2011

47


Sudah lihat dengan seksama gambar diatas? bagi anda kaum pejantan tanggung jangan keburu ‘ngaceng’ dulu lihat yang begituan…soale saya ngga akan bagi-bagi link donlot pilem bokep atopun ngarang cerita mesum kaya di pondok putri dot crot.

Sudah tahu apa itu vagina tho? ngga percaya aja kalo sampean belum pernah lihat lha wong diatas ada gambarnya😀, yang namanya vagina pasti tidak jauh dari istilah keperawanan. Yak! keperawanan bagi bangsa yang ngakunya berpenduduk agamis ini pastilah sangat penting artinya, coba jika situ punya pacar yang sudah lower jalan bayinya alias brodol selaput daranya…lhak yo isin terus minta putus kan? apalagi tahu kalo punya calon istri ternyata sudah pernah dikenthu ma mantan pacarnya dulu dikos-kos’an pas masih kuliah…wahhh…bisa-bisa frustasi 7 hari 7 malam iki…sampe-sampe mo makan ayam goreng pun serasa pare…pahit rasanya!. Memang itulah arti kesakralan sebuah keperawanan…bener-bener luar biasa bagi para pemujanya.

Tapi di era modernisasi yang super kebablasan ini, apakah masih penting mengagungkan nilai keperawanan bagi seorang perempuan dimata laki-laki? Jujur…sebagai salah satu kaum batangan bagian masyarakat dari negara kesatuan republik endonesia…apalagi berasal dari suku jawa yang (katanya) begitu kental dengan adat tradisi budaya ketimuran…saya masih menganggap penting point tersebut. Walopun jika dinalar dengan logika arti sebuah cinta kasih pada pasangan seumur hidup tidak akan sebanding dengan sebuah selaput dara sekalipun.

Apakah tanpa alasan saya memilih opsi itu atau hanya ikut-ikutan tradisi yang sudah dijalani oleh para orang tua-orang tua keturunan saya terdahulu? Jelas! saya punya alasan kenapa masih menganggap arti penting sebuah keperawanan walopun dulu pas kuliah sering melakukan petting atas dasar suka sama suka dengan pacar dan bahkan hampir menjembol benteng keperawanannya kalau pintu kamar kos tidak keburu diketuk teman waktu itu😀. Bagi saya…keperawanan wanita bagaikan ‘mahkota’ yang jangan sampai dirusak walaupun ‘dikutak-katik’ posisinya oleh anda sendiri tidak masalah…tahukan maksud saya dikutak-katik kan?😀. Mahkota adalah sebuah simbol kebanggaan, simbol yang menunjukan watak, sikap, serta tingkah laku sipemiliknya…jadi dari situ kita bisa menilai, bagaimana sesungguh wanita yang akan anda jadikan pendamping hidup kedepan.

Lantas apakah wanita yang sudah hilang keperawanannya, lower vaginanya, kisut klitorisnya atau lebih kasarnya hilang mahkota kebanggaannya tidak layak untuk ditiduri…ehhh…diambil sebagai permaisuri maksudku? Ooo…tentu tidak…wanita tetaplah wanita…perempuan tetaplah perempuan…bagi laki-laki yang berpandangan lebih modern dari wong gemblung kolot seperti saya tentunya hal tersebut tidaklah berlaku…lha wong…orang nikah itu yang dicari bukan sekedar sensasi rasa ’empot ayam’ dimalam pertama melainkan kecocokan hati, bisa menerima segala kekurangan serta kelebihan pasangan lebih dari yang tampak luarnya saja, dan yang penting bisa menyatukan segala perbedaan kedalam satu visi yaitu hidup berumah tangga. Lha contohnya…perjaka dapat janda juga banyak tho? soal sensasi empot ayam khan bisa dibuat…hehehehehe…(ngelirik penjual obat sari rapet pinggir jalan ahh…)

Yeah! disini sebagai wong gemblung yang keminter plus berpikiran kolot pula cuman bisa ngasih wangsit pada mbak-mbak dan mas-mas yang masih merasa bahwa menjaga ‘kehormatan’ itu suatu keharusan….buat yang mas-mas…kalau punya penis mbok ya..o…jangan diumbar, mentang-mentang punya segalanya untuk menaklukan para perempuan lantas babat sikat…kalo sudah dapat ‘penaknya’ terus cabut…lahhh kalo gitu khan kasian pasangan sampean tho…coba pikirkan jika sampean punya anak perawan terus digituan…palingan ya ngamuk ora karuan!. Terus buat mbak-mbak…ini juga sama saja, kalo pacaran pakailah logika…jangan mentang-mentang punya laki yang tumpak’ane CBR 250 R lantas diajak kenthu diam aja…horny sih horny tapi akal sehat juga jangan sampe padam…kecuali kalau sampean mempunyai mindset buat ngobral vagina demi materi sesaat itu lain lagi ceritanya.😀

Demikian dari saya,

Salam.

 Lha kalo punya pacar gini…dijamin 100% imanku sih kuat untuk tidak berbuat gituan, tapi bagaimana dengan imronku? ya jelas protes pingin nubruk! 😀

Posted in: Petuah & Opini