Mendewakan kemajuan teknologi, itulah manusia…awas imbasnya!

Posted on 26 July 2011

13


Kemarin malem…pas 3,5 jam sebelum menjalankan ritual tarung bersama mantan pacar diatas kasur spring bed yang sudah tidak begitu empuk lagi karena kemakan usia, seperti biasa acara nonton pilem hasil donlot adalah kekhusukan tersendiri sebagai pelepas penat sehabis otak diajak ‘gang-bang’ dengan rutinitas kerjaan. Kebetulan pilem yang kita tonton kemarin bersama my little Shelby berjudul Wall-E…pilem animasi CGI yang nyeritain tentang peradaban manusia esok-esok hari bukan lagi dibumi melainkan pindah kepesawat berukuran kira-kira sepantaran dengan ‘Noah’s Arch’ karena saking besarnya. Lho emang kenapa makhluk yang menamakan dirinya sebagai manusia tidak lagi tinggal dibumi? karena bumi udah penuh dengan tumpukan sampah…iya sampah…seperti yang situ tiap hari hasilkan dan buang kesembarang tempat. Di pilem ini ada suatu adegan yang cukup menggelitik urat kemaluan…ehhh…urat pikir dibalik tengkorak kepala saya…yaitu…manusia-manusia yang sekarang hidup damai sejahtera dipesawat penampungan ultra-jumbo tersebut mempunyai bentuk fisik tambun nan lucu, dan anehnya…untuk beraktifitas sekedar mengambil kopi aja sudah difasilitasi oleh gadget super-canggih nian…so yang namanya kegiatan jalan kaki ato menggerakan anggota tubuh itu dianggap ‘purba’…ckckck…jadi ini nih yang mengakibatkan manusia-manusia tersebut jadi tumbuh ‘subur’ karena mereka merasa males untuk sekedar berjalan barang sebentar aja.

Bisa tidak menutup kemungkinan, beginilah evolusi akhir makhluk bernama manusia jika tetap membudayakan pola hidup ngga sehat!

Sama dengan situ atau saya yang keminter ini…menjalani pola hidup tidak sehat, mendewakan kemajuan perkembangan teknologi untuk…yeah…sekedar mengurangi ruang gerak beraktifitas ringan adalah keseharian lumrah yang telah merasuk masuk ketiap sel tubuh. Sebagai contoh…bagi situ kaum perokok, hanya untuk beli rokok yang jarak antara rumah dengan warung tidak ada 10 meter ajah…saat ini…fungsi sepeda motor telah menggantikan kedua kaki…seolah udah kaya Professor Xavier seorang tokoh pentolan super hero X-Men yang kemana-mana pake kursi roda…lahhh…kalo Prof. Xavier khan emang cacat kaki jadi harus pake kursi roda kemana-mana…tapi kalo situ?

Ngga yang tua, ngga yang muda, ngga yang (ngakunya) laki, ataupun ngga yang (ngakunya) perempuan…semua sudah asyik memanjakan diri dengan bantuan ‘kendaraan’. Dan yang bikin saya geleng-geleng kepala…tingkat ketergantungan hidup pada sebuah kendaraan ditiap level masyarakat Endonesia ini begitu menghebohkan…jika dulu hanya orang yang dianggap ‘mampu’ aja yang sanggub memperdayakan alat tersebut, tapi tidak dengan sekarang ini…orang-orang yang dimampu-mampuin’pun juga sudah mengekor gaya hidup hedonisme ala kaum jet-zet. Maka tidak heran jika pertumbuhan kendaraan pribadi dinegeri ini sudah melebihi batas kemampuan jalan yang tersedia…sungguh terlaluuuu! (bang haji Oma Irama mode.on)

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini