Puasa gini enaknya berangkat telat masuk kerja.

Posted on 2 August 2011

20


Pagi tadi seperti biasa, menjelang berangkat nguli dipabrik…kebiasaan menikmati berita disalah satu chanel ti-pi swasta favorit adalah langganan yang ngga bisa diilangken. Ada sebuah berita yang membuat bibir saya tersenyum kecut sekecut pagi ini tanpa secangkir kopi karena kehabisan stok…(sial!, lupa beli kemarin)…mungkin bagi situ yang pagi ini liat berita tersebut juga pasti akan bertingkah sama seperti saya, tersenyum kecut, kecuali kalo situ emang salah satu dari ‘sekumpulan’ pekerja berstatus Pe-En-Es yang gemar berlaku ‘menyimpang’ seperti yang disiarin di ti-pi tadi.

Diberitaken….pada hari pertama masuk kerja dibulan puasa, TIDAK SEDIKIT para pegawai negeri sipil di Jakarta yang masuk melebihi jam yang udah ditentuken…padahal menurut berita yang ada…jam masuk kerja para pegawai yang layak juga disebut sebagai ‘public serve’ udah dimolorin 30 menit alias dari jam 08.00 menjadi 08.30 pagi…tapi apa yang terjadi sodara-sodara? beliau-beliau ini dengan alasan dari nyang ‘klise’ yakni bangun telat habis dari sahur terus ketiduran lagi…dengan muka polos sepolos-polosnya masuk keruang kerja melibihi jam yang udah ditentukan…ada yang jam 9 baru dateng, dan ada yang lebih dari jam 9 baru masuk gerbang…menyedihken bukan tingkah mereka ini?



Okeilah…dengan alasan basi sebasi profesioanalisme kerja ‘mereka’ yang doyan ‘ngelayap’ dijam kerja meskipun tetap digaji utuh-tuh oleh negara…kalimat sakti berupa, “bangun kesiangan sehabis menunaikan sahur bersama” adalah resep manjur yang dijadikan kartu ‘as’ jika ditegur oleh atasan. Saya sebagai wong keminter sih percaya-percaya aja ucapan mereka yang tengah menjalanken ibadah puasa…lha tapi bagemana dengan ‘mereka’ yang nggak berpuasa alias beragama non muslim? melihat ditayangan ti-pi tadi juga tidak sedikit pula mereka seolah ‘aji mumpung’ dengan suasana ramadhan ini untuk kompakan ngikut berangkat telat…ck..ck..ck..ck…koq bisa ya?

Tapi emang itulah kenyataan nyang ada…mau nggak mau bagi mereka yang nggak ikutan trend berangkat telat akan dikatakan kurang gaul kalee ya? menyedihkan. Sekarang yang jadi sorotan…mampukah para pemimpin ‘mereka’ ato orang yang punya jabatan tertinggi untuk menghilangkan kebiasaan konyol tahunan bawahannya? ato malah para pemimpinnya ini yang memberikan contoh kepada para bawahannya? Ah…mbuh lah!. Tapi jika emang bener begitu, mari kita tonton aja aksi konyol mereka yang bertingkah melebihi kekonyalan Parto, Andre, Sule, Azis, dan Nunung…di Opera Pan Japa…yakkk…eee!

Demikian dari sayap,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini