Super (2011).

Posted on 5 August 2011

17


Apa jadinya jika seseorang yang bisa dikatakan ‘looser’, tiba-tiba…karena menganggap dirinya mendapat ‘wahyu’ dari Tuhan…dengan pe-de nya ia bertransformasi menjadi superhero wannabe dengan menyumpal kejahatan disekelilingnya atas dasar sakit hati? yang jelas ‘konyol’ jawabnya.

Begitu pula apa yang terjadi dengan Frank D’ Arbo (Rainn Wilson), seorang suami payah yang merasa hanya mempunyai 2 momen sepurna selama hidup yakni menunjukan bandit yang tengah melarikan diri dari kejaran polisi dan menikahi seorang wanita bernama Sarah (Liv Tyler). Tapi sayang…istri tercintanya tersebut merasa bosan dengan kehidupan rumah tangganya dan memilih kabur dari Frank untuk jatuh kepelukan Jacques (Kevin Bacon) seorang ‘drug dealer’ kesohor.

Nah!…atas dasar rasa geram dan ketidak berdayaan untuk mengambil Sarah dari pelukan Jacques, Frank yang merasa mendapat sentuhan jari Tuhan (baca pencerahan)…kini bertransformasi menjadi seorang superhero bertopeng dengan menamakan dirinya sebagai Crimson Bolt.

Lahirnya Crimson Bolt tentu tidak jauh dari inspirasi komik yang dibeli disebuah toko atas rujukan seorang gadis remaja sebagai store keepernya, ya seorang gadis dengan mulut penuh sumpah serapah bernama Libby (Ellen Page) dimana pada akhirnya akan menjadi ‘sidekick’ Crimson Bolt berjuluk Boltie dalam melakukan aksi sinting menumpas kejahatan. Lantas bagaimanakan kisah sepek terjang kedua jagoan konyol ini dalam menumpas kejahatan? dan pada akhirnya berhasilkan Frank mengambil Sarah dari tangan Jaques untuk kembali kepelukannya?

Menonton film yang berjudul Super ini, tentu mengingatkan saya tentang film yang bertema serupa yakni ‘from nothing to something’ macam Defendor (2009) atopun Kick’Ass (2009). Pakem seorang superhero yang mempunyai kekuatan super dan super gears untuk dijadikan armor andalan kini tergeser oleh kemampuan ala manusia pada umumnya, hanya berbekal kenekatan serta kemampuan konyol…para superhero wannabe ini telah memberikan nuansa segar akan arti kepahlawanan sesungguhnya.

Hal ini lah yang mengilhami James Gunn dalam menggarap Super untuk dijadikan komoditinya. Dengan biaya produksi ala kadarnya…kurang lebih 2 jutaan dollar…Super berhasil memberikan perlawanan terhadap film sejenis, terutama Kick’Ass yang tentunya mempunyai pondasi besar untuk merajai tangga box office film dibeberapa negera termasuk Indonesia. Dan hasilnya pun film keluaran tahun 2010 kemarin cukup membuat banyak moviegoers dunia acung jempol termasuk saya karena eksekusi yang dihasilkan lebih matang dari rival pendulunya. Dari sisi cerita, Super terlihat lebih dewasa dan lebih depresif…kekonyolan yang tidak masuk akal pada seorang superhero wannabe pun juga tidak luput dari jarahan, disini di Super….semua superhero terlihat manusiawi sekali, beda dengan Kick’Ass misalnya…karena kehadiran Big Daddy dan Hit Girls’nya telah membuat sosok jagoan utama terlihat culun.

Karena pada dasarnya film ini bertemakan komedi yang saya nilai sebagai dark comedy, nyatanya Super telah berhasil berjalan dengan right direction. Tapi awas…walaupun masih nyaman disaksikan oleh penonton awam, beberapa gore scene serta banyaknya kata-kata kasar disepanjang film akan membuat anda merasa terganggu. Dan akhirnya sebagai penutup…saya cuman ingin memberikan ucapan salut atas twist yang ditempatkan diakhir cerita…benar-benar diluar dugaan.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film