Attack The Block (2011).

Posted on 9 September 2011

2


Seekor mahkluk asing tanpa sengaja jatuh kekawasan yang dipenuhi oleh sekawanan pemuda brandal disudut kota London, Inggris, malang nasibnya, belum sempat melakukan ‘invasi’ kelingkungan sekitar si mahkluk tersebut harus rela meregang nyawa dibantai oleh gerombolan Moses Cs. Siapa itu Moses Cs?

Difilm berjudul Attack The Block kita akan dibawa berpetualang dengan beberapa remaja tanggung bertampang berandalan untuk mempertahankan ‘area kekuasaanya’. Area kekuasaan?, iya setidaknya mereka menyebut blok tempat dimana mereka tinggal dengan kata itu, jadi kalosannya ada pihak asing entah alien sekalipun berusaha masuk dan mencoba menginvasi blok tersebut, pastilah dengan sekuat tenaga Moses (John Boyage), Biggz (Simon Howard), Dennis (Franz Drameh), Jerome (Leon Jones), dan Pest (Alex Esmail) akan berusaha mempertahankannya.

Dan benar saja, ketika tanpa sangaja seekor alien aneh dengan bentuk menjijikan berkepala botak jatuh ke area tersebut, maka dengan tidak ampun lagi dibantailah makhluk tersebut. Tapi tanpa disadari gerombolan Moses Cs ternyata alien yang dibunuhnya merupakan awal mimpi buruk bagi mereka. Iya! mimpi buruk baru tercipta, setelah kematian alien pertama tidak perlu menunggu waktu lama, beberapa alien dengan model lebih besar, lebih berbulu, lebih gelap, serta menyeramkan dengan gigi taring yang bisa berpendar dikegelapan datang dengan jumlah tidak sedikit. Nah! kini siapkan genk tanggung ini mempertahankan bloknya dari invasi pihak asing?



Komplet! itu lah kata yang tepat bagi Attack The Block, difilm ini kita akan disuguhi adegan humor, thriller, gore, hingga heroisme dalam kurun waktu 88 menit. Bagi Joe Cornish sang sutradara, untuk membuat film bertema ‘aliens attack’ dengan formula tepat dan benar tidak perlu budget yang melimpah, buktinya dengan sokongan dana sekitar 13 juta dollar dia berhasil memenuhi ekspektasi moviegoers akan pilihan tema film yang diambil, coba bandingkan dengan film bertema serupa yakni Battle: Los Angles kemarin dengan budget 70 juta dollar, terlihat Attack The Block mampu menyamai ‘pesona’ film tersebut, walaupun kalah telak dalam hal spesial effect tentunya.

Begitupun dengan para jajaran cast’nya, disini para pemain di Attack The Block mampu memberikan hiburan tersendiri bagi moviegoers. Akting natural para pemuda yang diceritakan bertempat tinggal di London Selatan ini mampu berlaku secara natural, apalagi ketika dengan seenaknya mulut-mulut mereka ‘berkicau’ penuh sumpah serapah disepanjang film terkadang hal ini manjur mengundang senyum para penonton, iya senyum! karena didalam umpatan-umpatan mereka terselip kata-kata sindiran yang mampu menampar eksistensi film-film box office berstandarisasi grade C asal Hollywood.

O iya sebelum saya tutup review kali ini, disela-sela akting ‘konyol’ para pemain utamanya, Attack The Block kehadiran salah seorang aktor watak komedian asal Inggris, kalau anda sudah pernah menyaksikan Shaun Of The Dead, Hot Fuzz, ataupun Paul yang barusan rilis beberapa waktu kemarin pasti sudah tidak asing dengan duo Simon Pegg dan Nick Frost. Maka kali ini, difilm ini salah satu dari duo tersebut akan memperkuat karakter Attack The Block, dia yaitu Nick Frost yang berperan sebagai Ron seorang yang dianggap ‘super tahu’ mengenai apapun oleh kawanan Moses Cs akibat keseringan nonton National Geographic.

Last my virdict, Attack The Block bukanlah film tanpa cela, tapi walopun dengan keterbatasan budget yang melilit produksinya paling tidak ia sanggup memberikan sajian memorable untuk kelas sinema indie dari negeri Britania sana. So bagi anda moviegoers penikmat tontonan dengan tema aliens attack tidak ada salahnya menikmati film tersebut.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film