Assassination Games (2011).

Posted on 16 September 2011

8


Dua orang pembunuh bayaran yang tidak saling kenal mendapatkan misi dari satu ‘sumber’ untuk menghabisi target yang sama. Tapi dibalik misi tersebut ternyata ada kepentingan terselubung dari sipemberi mandat yang belakangan diketahui adalah seorang agensi federal pemerintah Amerika, dimana mereka ini telah kehilangan uang hasil ‘kotornya’ yang dibawa kabur oleh Rolands Flint (Scott Adkins) si pembunuh bayaran tersebut.

Ketika eksekusi dijalankan, ternyata target yang diincar gagal terbunuh dan malah balik mengejar si pembunuh bayaran satunya yang ternyata dikenali sebagai Vincent Brazil (Van Damme). Merasa ada hal tidak beres, kedua orang pembunuh dengan skill masing-masing ini bekerjasama mencari tahu apa rahasia dibalik konspirasi tugas si pemberi mandat tersebut.



Melihat film tipe DTV alias Direct To Video memang membutuhkan ‘zero’ ekspetasi, kenapa? yah film-film model beginian memang terbatas dengan segala kendala yang ada, mulai dari dana, cast aktor aktris kelas dua, plot cerita yang dangkal, dan tentu pula kesan ‘cheesy’ layaknya FTV (Film Televisi) kebanyakan. Demikian juga dengan Assassination Games, walopun diperkuat dengan aktor film action Hollywood yang pernah meraih popularitas ditahun 90’an yakni Van Damme, nyatanya film ini tetap saja berasa kurang pamor untuk digolongkan masuk ke level drama action.

Berbicara mengenai Van Damme sendiri, di film ini, kemampuan aktingnya masih terbilang rata-rata seperti film-film lamanya tapi minus pertunjukan martial art yang dulu sempat jadi primadona moviegoers film aksi, maklum usia tidak menghendaki untuk itu. Untung saja sang jagoan gaek ini ditandemkan dengan Scott Adkins, kalo melihat filmografi serta kemampuan dia dalam membintangi film selama ini, bisa dikatakan Atkins mempunyai kesempatan menjadi the next Van Damme. Bagaimana tidak? aksi ‘martial art’nya bener-bener luar biasa untuk ukuran pemain bule, tapi tentunya lupakan untuk kualitas akting!.

Last my virdict! Assassination Games bukanlah film yang bagus tapi tidak juga jelek, mengingat film ini bukan ditujukan untuk sinema layar lebar saya masih memaklumi kekurangan-kurangan yang ada. Sinematografi yang lumayan indah dalam mengambil beberapa sudut pandang kota di Austria sebagai latar belakangnya, serta mode gambar yang dibuat dalam mode sephia terlihat mampu menyejukan mata penonton dan membawa ciri tersendiri buat film ini. Jelas bagi anda penggemar Van Damme layaknya saya, jangan lupakan Assassination Games sebagai film peneman week end dirumah, tapi ingat! ketika menikmati film ini jauhkan anak dibawah umur karena dibeberapa scene terdapat adegan ‘gory’ serta ‘naked body’ yang terlampau fulgar.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Resensi Film