Belajar mengurai kemacetan seperti dikota Solo.

Posted on 20 September 2011

24


Kali ini saya mo cerita, tapi bukan soal esek-esek apalagi berbau lendir, melainkan tentang hal berbau positip dari olah karsa sang pemimpin kota Solo, siapa lagi kalo bukan pak Jokowi.

Kalo dulu saya udah pernah ngebahas betapa saya bangga akan gaya kepemimpinan beliau, sekarang saya akan bertambah bangga lagi dengan kinerja beliau dalam mempersiapkan moda transportasi kota Solo menuju kearah nyang lebih baik, setidaknya dibanding dengan ibu kota saat ini. Seperti yang sudah diberitakan dibanyak media masa baik cetak atopun elektronik, kota Solo tengah berbenah dalam menyikapi pertumbuhan komuter para warganya yang bisa dikatakan merengsek naik keangka menuju ambang kemacetan.

Tidak ingin mengekor betapa carut marutnya penanganan moda transportasi umum seperti diibu kota, misalnya, dengan langkah bijak dan tidak banyak sesumbar walikota Solo pak Jokowi telah memilih menggelontorkan uang rakyatnya demi membangun moda transportasi yang bisa dikatakan sebagai pioner di Endonesia. Lantas apakah itu? Railbus! iya, railbus…seperti yang ada dikota-kota dinegara maju macam Eropa sono. Tidak hanya railbus saja yang sudah beroperasi tapi belum 100%, ditahun 2013 sudah dipastikan kota Solo juga akan menghidupkan lagi moda transportasi dalam kota yakni Trem yang dulu pernah beroperasi pada masa pemerintahan Paku Bowono X (salah seorang raja Surakarta pada masa pemerintahan Hindia-Belanda), wuihhh! kalo gini bisa-bisa kota Solo bak kota San Fransico di Amrik sono ya?

Pak Jokowi didepan Railbus yang dinamakan Batara Kresna, dimana jalur tempuhnya meliputi Solo-Sukoharjo-Wonogiri pulang pergi.

Apa pasal dikota Solo akan mengaktifkan lagi moda transportasi trem tersebut? karena rail jalur trem pada masa lalu yang melintasi beberapa daerah dipusat jantung kota seperti stasiun Purwosari, sepanjang jalan Slamet Riyadi, perempatan Geladak, pasar Gede, dan berakhir hingga stasiun Jebres masih ada. Tidak seperti kota besar lainnya, seperti lagi-lagi diibu kota, pemerintah kota Solo enggan menutup rail yang melintasi dikawasan bisnis dan memilih opsi untuk berekspansi menambah pusat perbelanjaan, tapi disini sudah dipikirkan betapa besok hari ketika jumlah populasi penduduk semakin membengkak dipastikan kapasitas komuter untuk beraktifitaspun juga ikut membludak, maka tidak ada pilihan selain memperdayakan ‘aset’ lama yang sudah terkubur untuk difungsikan kembali secara normal dan bisa memberikan manfaat bagi warganya.

Bener-bener hebat bukan pemikiran dari orang nomor satu dikota Solo ini? bahkan tanpa gembar-gembor slogan ‘serahkan pada ahlinya‘, beliau ini telah mampu mengurai dampak dari kemacetan kotanya. Sekali lagi buat pak Jokowi…saya bangga menjadi warga dikota ini, kota yang hebat ditangan pemimpin yang hebat tapi merakyat dan bersahaja!

Demikian dari saya,

Salam.

(Sumber gambar diambil dari Timlo.net dan Solopos.com)

Posted in: Journal