Tandon Lendir.

Posted on 26 September 2011

16


Disuatu siang nan panas dan terik, terjadilah sebuah percekcokan antara 2 orang perempuan disebuah kos. Iya, kos, ceritanya ini bersetting disuatu kos yang letaknya diarea seputaran kampus swasta kota Solo. Pasti tahu sendirikan kan yang namanya kampus tu pasti sekitarnya dikelilingi banyak kos, salah satunya ya kos yang dihuni oleh 2 orang homo sapiens berbuah dada dan menariknya lagi kini 2 mahkluk tersebut tengah panas-panasnya beradu argumen tentang ‘barang’ kebanggaanya. Situ paham kan barang yang saya maksud? kalo ndak paham baca aja cerita ini sampe selesai!

“Kamu ini punya memek (vagina) satu aja diobral nggak karuan, dasar lonte!, bikin malu penghuni kos disini aja!”, seru Intan kepada rekannya yang walopun berstatus mahasiswi tapi belakangan diketahui juga nyambi jadi cewek panggilan.

“Eh! apa urusan situ ma memek aku, toh ini barang, barang aku sendiri, kalopun tak obral itu juga suka-suka aku dong!”, seru Ratna kemayu pada temannya yang juga sama-sama mahasiswi disatu kampus tapi beda fakultas.

Dan ceritanya si Intan, cewek yang dimaksud adalah tipe cewek yang lurus-lurus aja alias selalu menganggap keperawanan adalah mahkota mulia bagi seorang perempuan, makanya apapun itu, sebelum bersuami dia akan selalu (ngusahain) menjaganya untuk tidak diobral seperti Ratna teman satu kosnya.

“Ya jelas itu urusan aku dong! eh, tahu nggak?! kamu ini udah mencoreng harkat martabat kita sebagai kaum perempuan, sebagai seorang perempuan tu harusnya bisa menjaga nama baik diri sendiri dan orang-orang disekitarnya…”

“Enak aja kamu ngo….”

“Hei! ngomongku belum rampung! jangan dipotong! tahu nggak?! dengan profesi sampinganmu yang ngobral memek, otomatis itu udah mbuat malu penghuni kos putri disini, kalo ketahuan!”

“Tapi buktinya ndak ada yang tahu tho? kalo saja pacarmu yang peltu (nempel metu alias ejakulasi dini) itu nggak kepergok jajan ma aku!”

“Dasar cewek murahan!”, bentak Intan dengan nada kesal.

“Emang aku murahan, tapi setidaknya aku bisa kuliah dengan duit-duit aku sendiri, ndak pernah ngemis-ngemis ma orang tua soale aku tahu kapasitas kemampuan orang tuaku tuh kaya gimana. Coba kamu ngaca deh, tiap minggu nelponin bokap nyokap buat minta duit, alesan buat mbayar ini lah-itu lah, tapi nyatanya apa?! uang habis buat foya-foya, dikampus malah jarang ngikut jam kuliah, kalo ndak maen kekantin palingan nggosip ma temen-temen kamu yang kutukupret ituh! cihhhh…!”, balas Ratna.

“Nggak mulut atas, nggak mulut bawah! semua sama aja…sama-sama ndak diatur! liat sendirikan, udah barangnya jadi tandon lendir banyak laki….bikin malu lagi!”

“Iya buat tandon laki! termasuk pacar kamu juga kan? kasian deh lu!”

“Dasar kamu!”

“Apa?!”

Dan ketika dua orang perempuan muda yang dilahap api amarah tersebut akan bersiap jambak-jambak’an, tiba-tiba saya males buat mbalas komen situ…:-D

Demikian dari saya,

Salam.