Suzuki Swing 110, bebek murah tapi meriah!

Posted on 27 September 2011

22


Kalau pabrikan Honda di Thailand sono punya Smile 110 yang dijadikan senjata andalan sebagai produk entry level kelas bebek konvensional tipe 2 tak, maka pabrikan Suzuki pun juga nggak mau dibilang ketinggalan, tercatat Suzuki Swing 110 lah yang muncul sebagai produk andalannya.

Jika membandingkan kedua motor tersebut jelas akan tampak kontras, lha satu membanggakan konfigurasi mesin tegaknya sedangkan satunya lagi masih mengandalkan konfigurasi mesin layaknya bebek kebanyakan, yakni slonjoran. Tapi anehnya, ditahun yang sama kisaran medio pertengahan sampai akhir 90’an kedua produk tersebut sengaja ditubrukkan sebagai senjata pengisi market kelas bawah diantara dua produsen motor kenamaan disana.

Suzuki Swing 110, kalau melihat penampakannya memang terlihat seperti bebek konvensional pada umumnya. Dengan dibekali shockbreker stereo dibagian buritan, tebeng yang khas bebek era 90’an dimana terdapat coakan kedalam sebagai pelindung kaki riders dari cipratan air ketika dibawa menerabas genangan, dan konvigurasi silinder mesin yang masih terasa bebek banget seperti yang udah saya sebutin diatas merupakan bahwa bukti motor ini didesign oleh pabrikan sebagai produk penggenap kelas bawah.

Menengok daftar spek mesin dari Suzuki Swing kok tiba-tiba saya jadi teringat akan produk Suzuki Indomobil Indonesia yang dibrojolin ditahun yang sama ya, yaitu Tornado GS 110. Bagaimana tidak sama? lha wong antara kedua produk beda negara ini mengadopsi teknologi 2 tak berkapasitas mesin 110cc (bore x stroke = 54,0 x 48,0 mm) dengan Jet Cooled system sebagai teknologi andalan pendingin internal mesin, belum lagi power yang didapat pun masih terlihat sama yakni 12,5 ps @ 7,500 rpm dengan torsi 1,25 kgm-f @ 7,000 rpm adalah kesamaan kedua, dan persamaan yang paling mencolok lagi adalah digunakannya teknologi P.E.C.S (Power Engagement Clucth System) yang bisa membuat tarikan motor lebih responsif ditiap perpindahan giginya dan jago buat jalan nanjak, nah lho…

Selama masa edarnya motor ini tercatat mengeluarkan dua versi yakni tromol dan disk brake pada bagian kaki depan. Tapi sayang memasuki awal tahun 2000’an Swing 110 harus menghadapi nasib buruk layaknya motor-motor 2 langkah kebanyakan yakni stop produksi karena dianggap sudah tidak relevan dengan ‘program langit biru‘ dinegara asalnya. Yeah! itulah sekilas info mengenai motor bebek 2 tak yang patut diketahui sebagai penambah referensi database motor lawas negeri tetangga buat sodara-sodara sekalian siapa tahu berguna (halah bahasanya sok formal!).

Demikian dari saya,

Salam.

*********************************************************

Masa mbak secantik ini diajak boncengan naek bebek, makanya dia langsung berasa pegal-pegal dan terus terang aja kepanasan karena biasa naek merzy nyang dingin full ac, eee sekarang kok malah naek bebek yang full angin, belum lagi asepnya ngebul-ngebul…