The Story Of Legend, Kawasaki Serpico SS 150 (2).

Posted on 29 September 2011

33


Artikel ini masih nyambung dari yang kemarin, soal Kawasaki Serpico 150.

Kalau diartikel kemarin saya udah sedikit nulis tentang kelahiran motor sport klan tertinggi dari pabrikan Kawasaki Thailand yakni Serpico 150, maka kali ini saya akan melanjutkan tentang pembahasan motor tersebut.

Diawal-awal masa edarnya, Serpico hanya dibekali half fairing saja (untuk merefresh ingatan situ, silahkan buka artikel yang kemarin), maka tak heran kesan sporty agak terkikis dan malah cenderung mengarah kemodel sport cruiser macam FZ150 ato Pulsar series yang dibekali mesin 2 stroke. Nah, setahun setelah kemunculan perdananya dipublik negeri Gajah Putih sana, Serpico terlahir kembali dengan dilakukan revisi pada sektor baju alias fairing.



Seperti kebanyakan pabrikan otomotif yang ada, tiap kali melakukan minor ataupun major facelift, penambahan embel-embel huruf sebagai penanda produk itu telah disempurnakan adalah suatu keharusan. Maka nama Serpico 150 pun rasa-rasanya harus ditambahai dengan huruf SS dibelakangnya yang berarti….lha mbuh ya? mungkin situ ada yang tahu?😀.

Pengaplikasian full fairing yang menyelimuti rangka maupun mesinnya terlihat begitu sporty dijamannya, bahkan kalau dibandingkan dengan motor sport keluaran pabrikan tetangga saat inipun, Serpico masih tampil tidak mengecewakan baik itu dari sisi tampang maupun performa. Iya, bener soal performa, siapa sih yang tidak takjub dengan jenggutan setan dari motor 2 tak, apa lagi ini Serpico yang berhasil menghempaskan si pengendaranya. Dengan 38 ps @ 10.500 rpm merupakan bukti diatas kertas yang patut dicermati untuk ukuran motor sport yang benar-benar tidak hanya menjual tampang layaknya motor-motor pesolek saat-saat ini.

Selain penggusuran half fairing, disektor kaki-kaki juga mendapat perhatian serius untuk urusan mode dari para engineer pabrikan. Jika dulu Serpico masih mengaspal dengan kedua roda dibekali velg versi spoke wheel, kini rupa sporty bener-bener kentara dengan dipakainya roda bervelg cast wheel palang tiga. Kerennn bukan?!

Jika sudah bisa mengamati wajah Serpico keluaran tahun 1994 yang nampak eksotis, lantas bagaimana dengan spek dapur pacunya? Saya akan jawab disini, sama plek!. Maksudnya sama plek dengan sang kakak. Cuman ada sedikit kenaikan kompresi mesin yang kini membengkak jadi 7.8 : 1, serta total bobot motor yang mencapai 135 kg dari yang semula 130 kg adalah perbedaan kasat mata.

Last, itulah sedikit pembahasan mengenai generasi kedua dari Kawasaki Serpico 150 atau divarian kedua ini bernama Serpico SS 150. Tapi jangan kabur dulu, diminggu depan saya akan bahas 3 varian dari Serpico 150 untuk edisi keluaran tahun 1995, 1996, serta juga versi terakhir yakni 1998. So stay tuned yahhh…!

Demikian dari saya,

Salam.

(Bersambung)

********************************************************************

Diboncengin motor ginian mbikin si mbak ini panas dingin, tuh buktinya sampe-sampe idungnya keringetan😀.