Mengenang Yamaha Nouvo Z 115 (2).

Posted on 7 October 2011

26


Artikel ini masih sambungan dari yang kemarin.

Setelah pabrikan Yamaha ASEAN mematikan produk Nouvo Classic dan Sporty’nya pada tahun 2004 akhir, maka genap ditahun berikutnya pihak pabrikan kembali me-reborn Nouvo dengan banyak perubahan disektor baju. Benar saja, Yamaha Nouvo Z terlahir menggunakan basis mesin sama seperti kakaknya.

Jika diamati secara seksama, motor matik berdimensi paling bongsor diantara line produk matik dari Yamaha tersebut, Nouvo Z merupakan sosok yang paling cakep dimasanya…itu menurut pendapat saya lho, apakah sodara-sodara juga setuju? Bahkan jika dibandingkan dengan Xeon sekalipun untuk saat ini, Nouvo Z masih tidak terkesan kuno untuk urusan tampang.

Yamaha Nouvo Z 115-Gen 1 (2005-2006).

Selain masih mengandalkan bagasi bawah jok ekstra luas sebagai komoditi jualan utamanya, motor ini juga telah dibekali velg cast wheel 16″ asli Enkei Jepang (katanya lho), stripping dinamis, head lamp double bulp, serta ektra kompartment (mini bagasi) pada bagian belakang tebeng depan yang saat-saat ini malah menjadi piranti wajib buat motor matik kebanyakan. Untuk menjaga kestabilan serta kenyaman berkendara, double shockbreker pada bagian buritan telah ditanamkan dengan penggantian pegas lebih besar dari pendahulunya, dan ternyata penambahan fitur tersebut manjur untuk meredam ‘mulusnya’ jalan makadam dinegeri ini ketika diajak berkendara. Tapi sayang, dengan dilengkapinya fitur tersebut, ketika pemilik motor akan mengganti ban baru belakang harus repot-repot terlebih dulu melepas knalpot serta swing arm samping kanan untuk memudahkan instalasi.

Selama masa edarnya, Yamaha Nouvo Z telah mengalami dua fase perbaikan produk. Tercatat, ketika generasi pertama lahir, motor tersebut masih plek menggunakan teknologi bawaan kakaknya, kecuali pengadopsian karburator vakum yang sudah dibekali sistem auto-choke. Sedangkan pada generasi kedua yang lahir ditahun 2006 sampai 2007 menjelang akhir hayatnya, Nouvo Z sudah dilengkapi penambahan AIS (Air Induction System) yang kira-kira fungsinya menekan emisi gas buang CO2 diknalpot dengan cara (menyuntikan) udara segar kelubang buang, kalau salah mohon diralat…

Yamaha Nouvo Z 115 AIS-Gen 2  (2006-2007).

Tapi entah kenapa ditahun 2007 pabrikan Yamaha Indonesia atau boleh disebut YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) malah memilih menutup buku laporan penjualan dan menghentikan produksinya akan motor ini. Apakah gara-gara keluh kesah banyak konsumen yang tiada henti menghujat sistem karbu vakum Nouvo Z sering bermasalah? semisal sering ‘ngiler‘ atau pas digeber tiba-tiba seperti bahan bakar terlambat turun menjadi biang keladinya?! atau juga fitur AIS yang sering ngadat malah membuat performa ngedrop juga menjadi biang kerok kedua?! ah mbuh lah…ada yang tahu mungkin?

Demikian dari saya,

Salam.

(Bersambung).

*************************************************************

Saya setuju jika ada mbak-mbak cantik naek motor matik dengan cari yang baik akan keliatan menarik, iya kan mbak?