Suzuki Akira 110, Satria berkaki jenjang yang sudah terlupakan.

Posted on 22 October 2011

25


Sebenernya ini masih nyambung tentang artikel Suzuki Akira 110 beberapa waktu lalu yang sudah saya bahas.

****

Masih diwaktu yang sama yakni awal tahun 90’an lebih tepatnya 94/95’an dimana pabrikan Suzuki Thailand menelorkan spesial produk penerus generasi bebek berkaki jenjang setelah RC100 Sprinter yang sukses diakhir tahun 80’an, maka lahirlah sebuah motor yang mewakili keinginan konsumen negeri Siam dimasanya, tak lain dan tak bukan Suzuki Akira 110 namanya.

Dalam peluncurannya tersebut, pihak pabrikan mengeluarkan 3 varian sekaligus yakni Akira, Akira M, dan yang termutakhir adalah Akira RR. Untuk yang Akira Classy sudah saya bahas sebelumnya, maka kali ini saya akan coba bahas produk yang paling berotot dikeluarga Akira, siapa lagi kalo bukan yang tipe RR.



Secara kasat mata produk-produk varian Akira terlihat sama plek, cuman yang membedakan antara Classy dengan seri M ataupun RR hanya dimasalah pemakaian kopling manual serta penambahan gear persneling dari 5 ke 6, berhubung kopling sudah memakai manual serta percepatan sudah nambah maka cover blok mesin dibagian kanan juga dirubah menyerupai model kepunyaan Satria 120 versi Indonesia atau RG Sport 110 versi lokal Thailand. Dan yang terakhir dari perbedaan produk Akira tersebut adalah pemasang rear disk brake pada versi RR. Selebihnya untuk urusan tampang tampilan seperti yang sudah saya katakan tadi, masih sama plek!, misalkan ada beda itu hanya disektor stripping yang berfungsi mempermudah konsumen memilah motor mana yang dianggap sesuai dengan minat untuk diboyong pulang.

Selain perbedaan diatas, untuk urusan dapur pacu juga ada sedikit ubahan. Pada varian M atopun RR mempunyai output daya lebih besar dibanding versi biasa, yakni 17,5 ps dengan gasingan mesin sampai dengan 8,000 rpm. Dan juga kompresi telah mengalami pembengkakan sampai dengan 6,9 : 1. Sedangkan untuk yang lain juga masih tercatat sama, seperti pemakaian karburator Mikuni VM 18 SS sebagai pengolah bahan bakar keruang bakar ataupun kubikasi mesin sebesar 110cc (bore x stroke = 54 x 48 mm) dengan pendingin udara tentunya.

Last! itulah sedikit pembahasan mengenai Akira generasi pertama. Sebenarnya untuk produk Akira sendiri masih adalagi varian tertinggi selain yang sudah saya bahas diatas. Mau tahu versi apa itu? sebagai ‘clue‘ nya produk ini masih menggunakan nama keluarga Akira tapi embel-embel nama dibelakangnya ditambahi dengan kata ‘Young’. Dan juga kubikasi silinder pada mesin 2 langkahnya sudah membengkak menjadi 120cc. Situ penasaran dengan motor generasi kedua dari Akira tersebut? kalo iya, simak ulasannya disaat mood menulis saya lagi baik yahhh…😀

Demikian dari saya,

Salam.

*******************************

Berhubung ini masuk kekategori motor jadul, maka sebagai pemanis antara motor dengan model juga harus disesuaikan dengan yang tempo doeloe…misalnya seperti dibawah😀