Balada Si Rochmad (Selesai).

Posted on 24 October 2011

28


Satu minggu berlalu dan Rochmad pun semakin tenggelam dalam kegalauannya.

Ia masih terngiang dengan perkataan bapaknya sewaktu sholat jum’at minggu kemarin, ingin rasanya ia minta bantuan sohib gokilnya Nugroho untuk mencari solusi pasti akan permasalahan ini. Tapi sebelum mengambil langkah tersebut, tiba-tiba otak Rochmad tersadar kalo Nugroho bukan sosok yang pintar untuk diajak berdiskusi serius soal seperti ini. Kalo urusan pornografi mungkin Nugroho bisa diandalkan tapi kalo urusan yang satu ini bagaimana? Bagemana bisa rekannya tersebut membantu dirinya kalo diajak ngomong serius aja malah suka ngelantur kadang ndak nyambung, padahal permasalahan yang ada saat ini berhubungan erat dengan hukum Tuhan. Tapi pikiran Rochmad sudah terbulatkan, dari pada terus-terusan terjebak kedalam lingkaran kebingungan ia nekad meminta bantuan sohibnya serta membuang jauh-jauh prasangka buruk akan mahkluk aneh tersebut. Semoga saja teman gokilnya itu bisa menjadi dewa penolong seperti beberapa waktu kemarin, pikirnya.

“Ya udah nikah aja, ajak si Santi nikah. Toh nikah muda ndak ada salahnya, lha wong dulu-dulu orang tua-orang tua kita juga kalo nikah diusia muda. Dari pada terus-terusan zina ma tangan, iya ndak?”, begitulah ucapan ringan keluar dari mulut Nugroho.
“Enak aja kamu ngomong, kan udah tak bilangin kalo Santi itu cuman enak buat diajak pacaran, belum tentu enak diajak nikah. Aku juga belum cukup umur, lha wong buat keperluan sehari-hari aja masih minta ma orang tua masa nekad minta nikah muda. Dan yang jelas ni aku ndak mau nikah hanya gara-gara kebutuhan seks semata, titik!”, jawab tegas si Rochmad.
“Kamu ini gimana tho? disuruh nikah ndak mau, padahal kalo udah nikah tu mo ngeseks jumpalitan 7 hari 7 malam ya ndak ada yang nglarang, halal lagi. Lha dari pada zina ma tangan yang kata bapakmu itu berakibat dosa, hayo pilih mana?”
“Ya sebenarnya enakan nikah sih, tapi…”
“Tapi apa lagi?!, kata pakde Mitra pas tanpa sengaja aku denger pembicaraannya dengan om Junaidi tetanggaku, kalo ngeseks ma istri yang sah dimalam jum’at ato malam apa gitu aku lupa, katanya sih pahalanya sama dengan ngebunuh si sutradara Jurassic Park itu lho”
“Maksudmu Jurassic Park yang pilem dinosaurus itu?”
“He’eh…yang sutradaranya Steven Spielbergh”
“Lho apa hubunganya ngesek ma ngebunuh Steven Spielberg?”
“Lha Spielbergh kan Yahudi, Yahudi itu termasuk golongan kaum kafir yang pantas dilaknat dan dibunuh! tapi itu katanya lho”
“Ooo…”, jawab Rochmad sambil kebingungan.

Dan benar saja kekhawatiran Rochmad akan rekannya tersebut menjadi kenyataan. Nyatanya Nugroho yang ia harapkan memberi pencerahan ajaib seperti beberapa waktu silam pun tidak terbukti hasilnya, malah jawab aneh bin ngawurlah yang ia dapat, sial!.

Hari demi hari terus bergulir, waktu juga tetap berjalan dan si tokoh kita Rochmad terus tetap hidup dalam kebimbangannya. Sebagai keturunan langsung dari spesies homo sapiens versi modern yang tengah memasuki fase pejantan tanggung, wajar kalo ia mengalami hal seperti saat ini. Yang namanya manusia, perkembangan badaniah itu berjalan nyaris tanpa usaha, lahir, dewasa, tiba-tiba saja tua terus mati. Beda dengan rohaniah, untuk memasuki perkembangan tersebut sangat-sangat dibutuhkan usaha baik mental maupun emosional, dan yang namanya manusia sangatlah tidak mengherankan jika mendapat pelajaran berharga dari sebuah akhir keputusasaan. Secara tidak sengaja akhirnya si Rochmad pun mampu mengembangkan sisi rohaniah dari kejadian urat syahwat tersebut.

Bagaimana bisa?

Pada akhirnya Rochmad tetap memutuskan untuk melakoni tradisi pendosa seperti yang sebelumnya ia jalani, melihat majalah dewasa, berandai-andai em-el dengan salah satu wanita di cover, konak ndak jelas, dan diakhiri dengan acara buang lendir. Begitu terus hal yang ia lakukan secara berulang-ulang. Rochmad mengambil kesimpulan, dari pada nikah muda yang secara mental ia belum siap dan takut mendatangkan masalah dikemudian hari, maka ia memantabkan diri untuk menjadi penzina bersama tangannya, entah menggunakan kanan ato kiri tergantung dari posisi majalah bagian mana yang ia pegang.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwasannya si Rochmad ini lahir serta tumbuh dari sebuah keluarga yang sangat religius dan sangat takut akan dosa. Sejak masih balita, oleh ayahnya ia sudah dicekoki oleh doktrin bahwa Tuhan itu sangat mengerikan, Beliau adalah sosok yang dikit-dikit suka memberi lebel dosa, dikit-dikit suka melaknat, dikit-dikit suka memberi azab, dan dikit-dikit gemar memasukan orang yang Beliau anggap tidak melaksanakan perintahNya ke api neraka dimana panasnya mampu melumerkan sebuah besi baja sekalipun. Tapi walopun gitu, terkadang Rochmad juga diberi pengertian oleh bapaknya yang berjenggot bak Rhoma Irama bahwasannya Tuhan itu juga Maha Pengampun.

Maka tiap kali ia selesai menjalani ritual masturbasi, Rochmad pun meminta maaf dengan amat sangat mendalam. Ia berdoa kepada Tuhan agar jangan memasukan dirinya kedalam api neraka, meskipun ia terus-terusan berzina dengan tangannya tetapi hal itu semata-mata ia lakukan demi kebaikan semua pihak, ia tidak mau menyusahkan orang lain terutama kedua orang tuanya jika nekat nikah muda demi sebuah kepuasan seksual saja tentunya akan berakhir tidak menyenangkan. Semakin sering Rochmad bermasturbasi, malamnya semakin lama ia bersujud menghujamkan jidatnya diatas sajadah, Rochmad merasa sangat menyesal karena telah bermasturbasi maka sebisa mungkin ia meminta ampunan Sang Tuhan yang dianggapnya mengerikan tersebut. Sehingga tidak mengherankan jika lama kelamaan akibat dari rasa sesal lakon kita ini, dikeningnya timbul tapak kehitaman karena terlalu sering meminta maaf kepada Sang Tuhan akan perbuatannya.

Dan hingga kini setelah ia menikah dan menjadi salah satu pesuruh masyarakat (public serv) alias diangkat kerja sebagai pegawai negeri sipil dikota Madiun, Rochmad masih sering meminta maaf kepada Tuhan jikalau ia sudah berbuat khilaf dikehidupan duniawi, ia amat sangat takut akan siksa api neraka yang dari kecil sering ia dengarkan dari dongeng sang ayah. Emang sampai sebegitu mengerikankah Tuhan itu ya? silahkan dijawab dalam hati sodara-sodara sekalian.

Demikian dari saya,

Salam.

(Tamat)

Mau tahu siapa itu Rochmad dan Nugroho? silahkan simak penampakan dibawah ini…