Kawasaki Neon 110, inilah versi low-end dari Tuxedo.

Posted on 4 November 2011

10


Sebelumnya saya beritahukan kalau motor yang akan saya bahas nanti sebenarnya sudah dipreview diartikel terbitan berapa waktu kemarin. Cuman karena disitu hanya diulas sepotong-sepotong maka kali ini akan saya buat review dengan banyak image properties biar sodara-sodara bisa puas mengamati produknya.

***

Seperti yang sudah saya tuliskan diartikel kemarin, diera 90’an pabrikan Kawasaki Thailand telah menelorkan produk motor bebek yang kalau dilihat secara kasat mata seperti bebek konvensional pada umumnya. Tidak lain dan tidak bukan, motor tersebut adalah Kawasaki Neon. Bagaimana tidak dibilang seperti bebek konvensional lha wong dilihat dari modelnya saja tidak terlihat ber hi-tech ria kok, coba bandingkan dengan Tuxedo misalnya, jelas kalah sporty ditongkrongan bukan? Kenapa pihak pabrikan menciptakan produk seperti itu? karena Neon merupakan versi murah dari Tuxedo tentunya.

Mungkin ketika pihak pabrikan memutuskan untuk menggelontorkan Neon, mereka memang tengah mencari pasar disegmen low end, segmen yang enthusiastnya tidak menomor satukan tampilan tapi hanya condong kefungsional serta durability untuk diajak berkomuter. Tapi kalau melihat sosok motor ini rasa-rasanya pasti anda akan merasa tidak asing kan? yak! bagaikan pinang dibelah dua modelnya dengan produk 4 tak KMI yang pertama setelah era Binter Joy dan sama-sama keluar ditahun 90’an lebih tepatnya 95/96 yakni Kawasaki Kaze 115 generasi pertama.

Selama masa edarnya, Kawasaki Neon dipasarkan dalam 2 varian yakni berkopling otomatis serta manual. Walopun punya perbedaan dipenggunaan kopling tapi untuk urusan spek mesin kedua produk ini masih menganut tukar guling antar komponen alias sama saja antara yang satu dengan lainnya. Dengan dibekali mesin 2 langkah berkapasitas 107cc single silinder (bore x stroke = 53.0 x 48.6 mm) berpendingin udara, serta masih mengandalkan pemasok bahan bakar berupa karburator Mikuni VM 18 untuk mengolah bahan bakar masuk keruang bakar. Sedangkan kompresi yang dihasilkan juga terhitung lumayan padat yakni 6,6 : 1 untuk ukuran motor 2 tak tahun segitu, jadi bisa disimpulkan selain bertampang konvensional Kawasaki Neon juga lumayan bertenaga untuk diajak ber heavy duty. Dan untuk kebutuhan berkendara yang relatif tidak mengumbar power, rasa-rasanya 4 percepatan yang disematkan dimotor ini terasa pas bagi calon konsumennya.

Kawasaki Neon 110 versi manual cluth.

Kawasaki Neon 110 versi automatic clutch.

Jadi untuk ukuran motor level bawah dari produk Kawasaki Thailand, Neon terbilang cukup worthed untuk dimiliki pada masanya. Dengan bentuk yang tidak neko-neko motor ini tercatat juga mempunyai enthusiast yang cukup lumayan dikelasnya. Wokeiii…kira-kira segitu dulu deh ulasannya, ditunggu artikel selanjutnya ya…

Demikian dari saya,

Salam.

*****************************************************************

Aih-aih, mungkin si mbak cantik ini kecapekan naik motor laki berkopling makanya pas istirahat sambil minum segelas es segar tiba-tiba tatapannya tertuju akan Kawasaki Neon yang nampaknya kepengin ia jajal…mumpung ada bebek!