Surat dari penggemar (Sebuah tamparan!).

Posted on 5 November 2011

36


Buat mas yang punya Blog,

Langsung aja deh,
Pertama-tama saya tuh heran dengan mas, kenapa kok ya nekad publish artikel seperti kemarin? sebagai seorang perempuan jujur saya merasa risih dengan isi artikel penggemar anda. Sekarang coba dinalar, apa bangganya mempublikasikan konak yang harusnya itu dirinya sendiri yang tahu tapi malah diangkat kepermukaan umum, dalam hal ini diceritakan ke mas Dwi, apa tidak malu coba? kalo iya, kasian banget tuh anak udah disekolahin orang tuanya tapi masih tidak ngerti apa itu malu.

Terus yang kedua,
Sebagai seorang perempuan yang kebetulan tidak berjilbab, saya merasa risih dengan ungkapan tuh anak. Berarti secara tidak langsung sudah menganggap sosok perempuan adalah objek fantasi seksual kaum laki-laki. Seharusnya ni mas, saran saya buat anak laki-laki seperti penggemar mas yang kemarin itu ada baiknya belajar mengendalikan hawa nafsu. Kalau memang punya masalah dengan nafsu besar, tolong disalurkan dengan cara yang benar jangan hanya melulu keurusan penis, kalau memang dia juga kaum muslim sebaiknya belajar berpuasa, hari ini saya harap tuh anak juga berpuasa menjelang idul adha besok, puasa disini dalam artian bukan karena takut menentang ajaran orang tua tapi puasa untuk mengendalikan diri dari hawa nafsunya.

Terus yang ketiga,
Ini buat semua para lelaki pembaca Blog ini, semoga saya salah menilai, buat anda yang doyan memperhatikan lekuk tubuh indah dari kaum kami ketika mengenakan pakaian yang kami anggap cantik tapi seronok menurut anda, tolong diberesin pola pikir seperti itu. Soalnya kenapa? ketika terjadi pemerkosaan, kami sebagai perempuan hanya dijadikan sebagai korban, yang katanya menggunakan pakaian seksi lah, yang katanya terlalu mengumbar aurat lah, tapi bagaimana dengan para kaum prianya itu sendiri? seolah mereka mendapat tameng hukum. Apakah kalian memang kepingin bahwa perempuan disini disetting is at fault by default seperti hukum dinegara Arab sana? kalo memang iya, saya cuman mau bilang disini bukan Arab bung!

(Maksud mbak Menuk perempuan yang seperti ini ya?)

Dan yang terakhir,
Terutama buat mas Dwi, saya menghargai anda sebagai owner dari Blog ini, tapi tolong dipilah mana artikel yang layak terbit atau tidak. Jangan sampai karena hal seperti kemarin akan merusak kredibilitas mas sebagai seorang pria yang dianggap role model bagi pembacanya. Mengerti kan maksud saya?

Terima kasih,

(Menuk)

Nb. Semua isi artikel telah diedit sesuai dengan isi dari Blog ini, mohon jangan buang pulsa percuman untuk sekedar komen atopun nyampah disini.

Posted in: Petuah & Opini