Kawasaki Leo 120 SE, produk legendaris dari keluarga bebek hyper Kawasaki.

Posted on 8 November 2011

17


Artikel ini merupakan artikel pamungkas dari serangkaian pembahasan seri produk Kawasaki Leo 120 asal Thailand sana. Kalau sebelumnya saya sudah publish tulisan tentang Kawasaki Leo serta Leo Star versi reguler ataupun Leo SRX sebagai produk dengan kasta tertinggi dijajaran keluarga bebek hyper Kawasaki era 90’an, maka kali ini saya akan buatkan artikel tentang Kawasaki Leo SE (Special Edition) yang juga merupakan produk hasil upgrade performa hasil racikan bareng dengan PDK dan Tsukigi sama seperti SRX.

Jika dilihat menggunakan kaca mata awam, beberapa varian Leo mulai dari versi reguler sampai dengan spesial produk macam SRX memang tidak banyak mengalami ubahan yang siknifikan. Begitu juga dengan Leo SE kali ini, dimana modelnya masih mempertahankan konsep awal yakni ayam jago tapi dibedakan pada permainan striping khas gaya sporty Kawasaki yang menggabungkan gradasi warna kebanggaan hijau, merah dan putih. Satu lagi perbedaan yang mencolok dari versi regular dengan SE ataupun SRX adalah penggunaan velg cast wheel, lainnya memang tidak banyak berubah secara fisik.

Lantas bagaimana dengan performa? apakah dimotor ini juga ada ubahan? jawabnya iya, yakni pada peningkatan output power yang dimuntahkan. Daya kuda yang ada pada Leo SE 120 sengaja disetting oleh pihak pabrikan berada ditengah-tengah versi reguler dan SRX, yakni 22 ps @ 8.500 rpm. Sedangkan untuk spek mesin tercatat masih sama seperti produk pendahulunya.

Memang jika dibandingkan dengan Leo versi biasa atau SRX sekalipun yang sama-sama banyak dibenami part kompetisi buatan PDK dan Tsukigi, Leo SE lebih moncer dalam hal penjualan. Mungkin hal yang mempengaruhi larisnya bebek hyper technology kelahiran tahun 1996 tersebut adalah pada harga dan fitur yang ditawarkan. Ingat, walaupun disetting dengan harga diatas produk regulernya tapi motor ini dijajakan sebelum krisis moneter benar-benar menghantam perekonomian kawasaan Asia Tenggara, termasuk Thailand. Beda kasus dengan SRX, meski motor tersebut juga dijejali dengan segala macam part pendongkrak stamina tapi nyatanya kurang mendapat respon yang bagus dipasar. Sudah jelas penawaran harga yang tinggi dimasa resesi jelas tidak berpengaruh banyak pada kondisi pasar walaupun barang yang ditawarkan tergolong eksotis dikelasnya.

Maka tidak heran jika populasi Leo SE ini melebihi keberadaan sang kakak ataupun adiknya sendiri dinegara asalnya sana. Walaupun pada saat ini motor yang saya nilai mempunyai keunikan tersendiri dari segi tampang atopun performa harus menghadapi kejamnya evolusi industri roda dua, tapi bagi penikmat motor 2 langkah, produk eksotis macam varian keluarga Kawasaki Leo layak mendapat apresiasi tersendiri sebagai motor legendaris tipe bebek terkencang yang pernah dibuat. Iya tidak?

Demikian dari saya,

Salam.

***********************************************

Hmmm….karena saya masih punya stok penampakan klasik lady paddock era 90’an, maka untuk memperkental aura otomotif tahun segitu tidak ada salah mbak yang cantik pada masanya ini pengin nampang disini, tapi kok pas di photo mendongak keatas ya? apakah ada pesawat lewat?πŸ˜€