Tolong bantu sukseskan PEMBODOHAN OTOMOTIF, kawan…

Posted on 15 November 2011

272


Hei, teman-teman perkenalkan namaku Donnie, umurku 12 tahun dan saat ini aku tinggal disalah satu kompleks perumahan elit diibu kota. Kata teman-temanku, aku ini anak orang kaya, tapi apakah itu betul ya biar orang lain aja yang menilai.

Ijinkan hari ini aku mau cerita soal kegundahan papahku, iya, papahku, bagi aku beliau merupakan sosok yang luar biasa. Papahku itu bisa memberikan semua yang diminta mamah sama kakak-kakakku. Mamah minta perhiasan apapun mesti dibelikan, minta piknik ke Eropa aja tiap tahun diaminin, belum lagi kakak-kakakku yang minta mobil walaupun hanya buat berangkat pergi kuliah ato maen aja pasti dibeliin. Jadi jangan heran kalo garasi rumahku disesakki oleh mobil keluaran terbaru yang tidak boleh dibilang murah harganya. Maklum, seperti yang aku bilang tadi, kata orang kita ini anak orang kaya.

Pasti teman-teman pada penasaran kan apa pekerjaan papahku sampe-sampe beliau sanggup mengamini permintaan semua anak-istrinya? Perlu diketahui kalau papahku itu menjabat kepala departmen salah satu divisi public relation sebuah pabrikan otomotif dinegeri Bedebah.

Oo…iya, ngomong-ngomong soal pekerjaan ayahku diindustri otomotif, bisa dibilang tempat dimana papah bekerja termasuk salah satu produsen otomotif terbesar didunia lho, jadi bukan hanya didalam negeri ini saja. Tuh…buktinya salah satu slogan perusahaan papah nempel dimotor balap MotoGP, tahu sendiri kan kalo nempelin iklan diajang balap roda dua paling bergengsi sedunia itu membutuhkan dana yang minta ampun banyaknya. Makanya untuk selalu meraup keuntungan yang banyak, kata papah ni ya, perusahaan harus melakukan apapun demi profit, masa bodo dengan dampak yang ditimpulkan dinegeri ini, yang penting keuntungan terus besar dan membengkak. Karena kalo tidak melakukan hal itu, kata papah lagi, bagaimana harus menghidupi ribuan pekerja yang ada dibalik industri ini?

Suatu hari ceritanya perusahaan papahku itu mau menggenjot angka penjualan produksi buat mengungguli perusahaan lawan dengan meluncurkan beberapa produk baru. Sesuai prosedur, biar perusahaan bisa mengeruk untung sebesar-besarnya tanpa adanya gangguan dari pihak lain, maka beberapa divisi yang salah satunya dikepalai oleh papah segera digerakkan untuk memuluskan misi ini.

Dalam waktu tidak seberapa lama, Divisi ‘perijinan‘ sudah beraksi dengan membeli harga diri segelintir birokrat terkait yang tentunya buat memudahkan perijinan produksi hingga masa berlaku nyaris abadi. Terus divisi ‘periklanan‘, kata papahku, mereka juga sudah tabar racun dengan mengarahkan bidikan kegolongan generasi muda. Divisi ini setahuku dengan sistematis memastikan calon potensial buyer tercuci otaknya serta menumpulkan daya pikirnya agar selalu memilih mengenakan hasil produk perusahaan papah dari pada transportasi umum apalagi pindah keproduk kompetitor. Lanjut ke Divisi ‘lobi pemerintahan‘, masih kata papahku, hasil kerja mereka juga tetep hebat, buktinya dengan cara yang entah bagaimana bisa menghadang laju perbaikan sarana transportasi umum, memperlebar akses jalan, dan bekerjasama dengan Divisi ‘penjualan‘ memudahkan terserapnya produk perusahaan ke masyarakat umum yang tentunya disponsori oleh rekanan pembiayaan yang semakin hari semakin marak.

Nah…sekarang tinggal yang terakhir yakni Divisi papahku, entah bagaimana beberapa waktu terakhir papah sering bermuram durja karena divisinya belum mampu berjalan sesuai rencana seperti divisi yang lain. Kata papah, tugas divisinya tergolong relatif berat yakni bergerak memenuhi semua media dengan  berita pembodohan serta pengalih perhatian, semua wartawan matre, facebookers sampe blogger influencers diberi ‘beasiswa‘ khusus buat mendukung misi perusahaan. Tapi anehnya kok masih ada juga ya beberapa blogger idealis yang menyerukan slogan ANTI PEMBODOHAN OTOMOTIF. Maka dari itulah teman, papahku masih pusing bagaimana membungkam mahkluk-mahkluk seperti itu biar tidak menjadi noda hitam bagi perusahaan.

Ada saran buat membantu papahku, kawan?

Posted in: Petuah & Opini