Masih seputar selakangan.

Posted on 16 November 2011

44


Setelah kemarin dan hari ini artikel saya malah mledhos ndak karu-karuan karena di ‘sounding’ kemana-mana, maka kali ini saya putuskan buat mbikin tulisan yang lebih adem serta kembali keselera asal. Selera asal?, apa coba?. Apalagi kalo bukan seputar masalah selakangan. Jadi saya harap buat strangers yang tersesat kesini akibat artikel kemarin, segera pulanglah kehabitat kalian buat nungguin berita terbaru produk paling gress apa yang akan dikeluarkan produsen roda dua negeri ini, dan buat penikmat Blog sesat ini, silahken tetep nyampah sesuae dengan selera, dosis, serta takaran yang pas seperti biasanya.

***

Diceritakan, disebuah dusun yang nampak masih hijau dan asri, terliat pasangan muda tengah menikmati status masa indahnya sebage pasutri. Dikarenakan mereka berdua berasal dari dusun, yang namanya ilmu seks itu merupakan hal tabu buat dibahas kalok dibanding ilmu kitab, maka ketika sipemuda dan sigadis masih sama-sama belajar dalam mengarungi asiknya bermaen lendir, mereka begitu menikmati setiap jengkal anatomi tubuh masing-masing pasangan.

Seiring berjalannya waktu, dikarenakan tuntutan kebutuhan hidup serta keinginan untuk melihat luasnya dunia yang tidak sebatas didusun saja, maka mereka berdua ikutan latah nekat urbanisasi seperti rekan-tetangga yang sebelumnya sukses menyabung hidup dikota besar.

Berkat ketekunan serta kerja keras, akhirnya si pemuda berhasil menjadi orang penting disalah satu perusahaan ibu kota. Sebage istri yang baek, tentunya si gadispun tetap setia menemani sang suami sewaktu menaklukkan kerasnya kota besar.

Hingga pada akhirnya…

Yang namanya perjalanan hidup, semua itu ada lika-likunya. Ada sebuah kata bijak yang tidak sengaja kok rasa-rasanya pas ditujukan kepada sang pemuda. ‘Kesetiaan suami terbukti ketika pernikahan diberkahi rejeki’, kenapa saya ungkit quote tersebut?, nyatanya sipemuda desa yang kemarin terlihat lugu kini tengah bermain ombak diatas biduk rumah tangga yang sebentar lagi karam dengan menggandeng Wanita Idaman Lain (WIL) dikehidupannya.

***

Nah, sekarang yang bakal jadi topik hari ini, kenapa si suami tega melakukan itu?, apakah sang istri tidak bisa memberikan kepuasan diranjang lagi?, atokah sang suami sudah merasa bosan dengan keindahan istrinya yang tidak seperti dulu lagi?

Untuk itu mari kita bahas…

  • Yang Pertama. Tidak dipungkiri, 6 dari 10 wanita Endonesa kurang begitu paham apa itu seks. Tidak percaya? coba tanyakan pada wanita disamping situ, pernahkan mereka berzinah dengan tangannya sendiri?, kalo tidak mau digampar jangan lakukan!

Pengetahuan tentang apa itu G-Spot ato dimana dan bagemana memperlakukan organ yang menyenangkan, belum tentu semua wanita disekitar situ bisa melakukannya. Lha sekarang memperlakukan kesenangan pada diri sendiri aja belum tentu fasih, bagemana mau menyenangkan pasangannya coba?

  • Yang Kedua. Okei, untuk yang kedua masih nyambung dengan yang pertama. Jika saja perempuan seperti yang sudah saya bilang barusan menikah dengan laki-laki yang sama-sama polos. Untuk awalnya segh baik-baik saja, tapi setelah itu, ketika sang lelaki diberi kemudahan dalam mengais rejeki, diluar rumah dia bertemu dengan banyak referensi wanita yang tentunya lebih dari yang dirumah, tentunya ini akan membuat insting lelaki menjadi agresif. Semakin matang usia serta penghasilannya, percayalah, ini akan menarik perhatian lawan jenis yang lebih muda. Dan akhirnya bisa ditentukan sendiri jawabannya. Lantas bagemana dengan yang wanita? Selaen sibuk mengurus pekerjaan kantor, ditambah dengan kesibukan menjadi ibu bagi anak-anak ples rutinitas rumah tangga, tentu ini akan mempersempit pandangan seorang wanita tentang apa itu seks. Tidak sedikit wanita yang sudah menikah, bagi mereka, kegiatan seks hanyalah sebatas ngangkang dan menjadi tandon lendir bagi pasangan. Kalo sudah begini, hal seperti itu bisa saya katakan bage bom waktu yang siap meledak.
  • Yang Ketiga. Ini masalah pihak ketiga. Tidak dipungkiri yang namanya wanita itu bagekan sosok kanibal yang doyan memangsa sesamanya. Tidak sedikit perempuan rela menukar keindahan selangkangan demi sebuah materi semata, bagi tipe perempuan seperti ini, seolah akal sehat mereka sudah terbutakan dengan gemerlap indah duniawi. Tidak peduli apakah perbuatannya itu akan menyakiti sesama perempuan yang ada dibalik targetnya, masa bodo, mungkin jawabnya.

Lantas kalau sudah begini harus gimana dong?

  • Yang Pertama. Saya harap perempuan-perempuan modern sekarang jangan menganggap seks merupakan hal tabu untuk dipelajari, setidaknya dengan situ punya referensi lebih akan masalah seks, tentunya bisa memberi kepuasan bagi pasangan dalam penyaluran hasrat. Kalo sudah begini, ada sedikit jaminan buat suami untuk tidak berbuat gila diluar rumah. Tapi cuman sekedar mengingatkan, jangan pula menggunakan seks untuk menjadikan diri situ sebage kanibal perusak rumah tangga orang.
  • Yang Kedua. Sudah menjadi kodrat manusia untuk menjadi tidak pernah puas. Lelaki juga manusia, disini sebage kaum batangan, kekuatan lelaki dalam artian sebage sosok yang patut menjadi nahkoda dalam biduk rumah tangga tengah diuji. Pengendalian diri dalam segala hal harus dilakukan, termasuk urusan umbar lendir selaen ditempat yang sudah dihalalkan.
  • Yang Ketiga. Silahkan ditambahin sendiri yah….

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini