Buka-bukaan sang predessor TZR 125, Yamaha RD 125 LC.

Posted on 4 January 2012

62


Bisa dibilang pamor motor ini tidak kalah glamour dibanding saudara tuanya yakni Yamaha RD 250 LC maupun yang RD 350 LC, walaupun hanya dibekali kubikasi mesin 125cc, RD 125 LC ini membuktikan bahwa enthusiasme penggemarnya tidak sekecil layaknya kapasitas mesin yang disandang. Sebagai bukti, pasar domestik Jepang sendiri maupun beberapa negera di Eropa macam Inggris atau Prancis sanggup menyerap produk global otomotif roda dua buatan pabrikan yang bermarkas di Iwata, Jepang, ini dengan baik.

Pertama kali dikenalkan pada publik domestik Jepang awal tahun 1982, dan pada bulan Juni kemudian ditahun yang sama motor ini dilaunching secara global oleh pihak pabrikan. Mengusung konsep street bike dengan design terbilang trendy pada masanya, Yamaha RD 125 LC mendapat apresiasi pasar yang cukup bagus, walau bayang-bayang pabrikan Kawasaki dengan produk andalannya AR 125 series juga sempat memecah mindset konsumen akan motor seperempat liter dikelasnya tersebut.


Tercatat, motor ini sempat mengalami tiga kali minor update untuk menyesuaikan selera pasar. Pada generasi pertama, yang mengusung kode MK1 ini, RD 125 LC mengadop teknologi mesin 2 langkah dengan dijejali silinder tunggal 123cc (bore x stroke = 56.0 mm x 50.0 mm) berpendingin cair. Sistem pengkabutan bahan bakar masih menerapkan manual dengan mengandalkan karburator bermoncong venturi 24. Maka tidak heran jika kompresi 6,4 : 1 secara mudah bisa teraih. Lantas bagaimana dengan maksum power yang tersembur? untuk ukuran light bike pada masanya, 21.1 ps @ 9.500 rpm bisa dikategorikan lumayan galak bukan?.

Memasuki tahun 1985, RD 125 LC mengalami beberapa ubahan disana-sini, misal pada urusan peredam kejut depan. Ukuran diameter shockbreker mengalami pembengkakan dibanding saudara tuanya. Untuk urusan kemudi juga kena rambah, setang model clip-on telah terpasang manis menggeser model telanjang layaknya motor batangan klasik. Lampu sein depan belakang nampaknya juga turut kena peremajaan, jika pada generasi pertama masih mengandalkan model bulat, maka pada generasi kedua yang berkode MK2, lampu sein model kotak diaplikasikan untuk mendongkrak penampilannya. Dan tidak lupa ketinggalan, bagian kaki-kaki alias roda juga mengalami ubahan. Jika dulu memakai roda berdiameter 18″ depan belakang, kali ini untuk varian terbarunya menggunakan ukuran ganjil. Pada bagian haluan menggunakan diameter 16″ sedang buritan menggunakan 18″.

Terakhir untuk generasi ke 3 yang dipasarkan secara global pada November 1986, RD 125 LC lagi-lagi mengalami sedikit pembenahan dibagian mesin yaitu dengan mencangkokan teknologi YPVS (Yamaha Power Valve System). Teknologi yang digadang-gadang mampu menyempurnakan pembakaran sesuai kebutuhan putaran mesin, dan tentu saja efek dari adanya teknologi seperti ini ialah efesiensi bahan bakar merupakan point utama yang dijadikan bahan jualan. Tapi, ada yang sedikit disayangkan. Untuk produk RD 125 LC generasi kedua maupun ketiga yang diedarkan didaratan Eropa sana mengalami pembatasan maksimum daya dibanding produk JDM (Japanese Domestic Market). Tercatat, 12.2 ps @ 7.500 rpm merupakan penurunan performa yang melemahkan nilai jual akan motor ini.

Last! sebelum akhirnya mengalami stop produksi. Perlu diketahui, jika RD 125 LC ini akan menjelma kembali ke bentuk yang lebih sporty dan meninggalkan jauh-jauh kesan old skool-nya. Siapa lagi kalau bukan Yamaha TZR 125 sebagai sang regenerator. Untuk lebih tahu tentang apa aja TZR 125, silahkan baca disini.

Demikian dari saya,

Salam.

***********************************************

Yamaha RD 125 LC, walaupu old skool tapi terliat manis bukan? yeah mungkin keseksiannya bisa disangdingkan dengan si mbak cantik dibawah.😀