Gilera CX 125, si pincang yang menantang.

Posted on 25 January 2012

45


Jika ada yang menganggap Honda NSR 150 SP merupakan motor sport batangan dengan mono-arm ter-eksotis dimasanya yakni awal tahun 2000’an, mungkin anggapan itu bisa ditinjau ulang, kenapa? karena jauh sebelum memasuki abad millenium, lebih tepatnya awal tahun 90’an yakni Januari 1991. Sebuah pabrikan roda dua asal Itali, Gilera, nyatanya terlebih dulu menelurkan motor beraroma sport dengan konsep futuristis. Bahkan saking futuritisnya, anggapan motor ‘nyleneh’ sempat disandangkan pada produk roda dua hasil rancangan Luciano Marabese dari rumah design Armani ini.

Tidak usah didebat! Bagaimanapun, design  Gilera CX 125 memang ‘out of the box’ dari sport batangan yang ada dikelas yang sama pada waktu masanya.

Gilera CX 125 yang dipasarkan tidak hanya didaratan Eropa melainkan sampai Asia bahkan juga sempat masuk ketanah Melayu, kecuali Indonesia, memang mempunyai keunikan tersendiri. Jika di NSR SP, mono-arm diinstalasikan pada bagian buritan saja, tidak dengan CX 125. Mono arm atau saya sebut sebagai kaki pincang dipasangkan pada kedua bagian motor tersebut, yakni depan belakang. Untuk detailnya silahkan amati pada gambar lampiran dibawah…

Kaki-kaki mono-arm bukan hanya semata-mata identik dengan Vespa semata, tapi motor batangan macam Gilera pun juga bisa menyandangnya. Ada yang mau protes ?!

Lantas bagaimana dengan urusan dapur pacu? berhubung motor ini didesign untuk bikers pemula atau bikers transisi dari kelas moped ke sport, maka mesin 2 langkah bersilinder tunggal 124,3 cc dirasa sudah pas oleh sang engineer CX 125 yakni Federico Martini yang juga pada waktu itu membidani kelahiran Bimota DB1. Layaknya motor batangan kelas menengah atas, fasilitas Twin Sparr Frame, pendingin mesin cair, monoshock, 6 percepatan, hingga pengkabut bahan bakar ukuran jumbo yakni Dell’ Orto 32mm, sudah menjadi menu wajib yang juga ada pada motor ini. Walau masuk ke kelas light bike, soal performa CX 125 jangan dianggap remeh. Motor yang mempunyai kompresi sebesar 12,5 : 1 ini sanggup menyemburkan horse power sampai dengan 28,6 @ 10,900 rpm. Lumayan bukan untuk ukuran motor ‘nyentrik’ dijamannya?

Gilera CX 125. Satu-satunya didunia, motor sport dengan CC terkecil yang menggunakan kaki pincang sebagai penarik daya jual ke enthusiastnya.

Akhirnya, motor yang harus tutup usia pada tahun ke 3 setelah awal peluncurannya yakni 1993, memang mempunyai arti tersediri bagi para enthusiast nya. Design yang keluar dari pakem kebanyakan, keunikan kaki pincang layaknya skuter-skuter produk Piaggio, dan juga taste eksotis bagi motor dikelasnya merupakan sesuatu yang ditawarkan pada Gilera CX 125. Walau kini sudah banyak yang melupakan eksistensinya, tapi bagi 2 strokers yang kebetulan negerinya pernah dikunjungi motor rasa Pizza macam Thailand misalnya, patut menjadikan CX 125 sebagai kolektor item. Apakah disini ada yang tertarik? kalau iya, kita cuman bisa ngiler saja untuk melihatnya.

Demikian dari saya,

Salam.

************************************************************

Motor yang unik dan tentu juga cantik, secantik si mbak dibawah. Iya ndak?😀