Internet Untuk Rakyat.

Posted on 8 February 2012

49


Suwer, judul diatas bukan tagline iklan selular!

***

Dobosan hari ini adalah sambungan dari artikel kemarin yang bertemakan lowongan kerja dan lanjutan dari babak pertama soal babu-babu‘ terhormat kita. Iya bener, soal sekawanan babu yang polahnya ndak lebih nggenah dibanding si bos. Lho emang ndak nggenahnya itu kayak gimana? salah satu contoh aja ni ya, kalok si babu lewat jalan umum make kendaraan dinas, voorijder yang ngawal berisiknya minta ampun, seolah ndak mau kalah ama TOA rumah ibadah.πŸ˜‰

***

Kenapa dipreambule saya bilang artikel ini ada hubungan ma lowongan kerja kemarin?. Sebenernya sayah cuman meliarkan pikiran-pikiran bodoh ala rakyat jelata yang udah sumpek dengan pemberitaan di tipi-tipi.

Pemberitaan mengenai polah tingkah para ‘babu-babu’ terhormat digedung wakil rakyat sana. Nah, bermuara dari rasa dongkol itulah tiba-tiba terlintas bagemana cara membawa sekawanan wakil rakyat tersebut untuk bekerja sesuai dengan fungsinya lagi.

Lha caranya gimana?

Dengan ‘internet’. Yak! dengan internet sayah yakin bisa mengembalikan fungsi kerja para wakil rakyat.

Maksudnya?

Gini lho, kalok dinegeri ini punya banyak SDM potensial buat memaksimalkan kemajuan teknologi khususnya Internet, berarti terbuka jugak peluang untuk ‘meluruskan’ kinerja para babu-babu rakyat digedung MPR/DPR sanah. Soale dengan internet, sayah pikir, kita bisa memantau kinerja mereka, memantau hasil rapat ato sidang yang dijalankan oleh mereka, serta juga memantau dimana keberadaan mereka ketika jam kerja tengah berlangsung.

Kenapa hal itu dilakukan?

Sudah jelas!, rakyat butuh transparasi kinerja para babu-babu nya. Jangan sampe ‘sang bos’ udah menggaji lebih, tapi hasil yang diperoleh ndak maksimal.

Lha terus caranya gimana?

Apakah pemikiran ini bisa direalisasikan?

Agak rumit memang, tapi terasa mungkin kalok dikerjakan bareng-bareng terutama oleh generasi muda yang masih mau peduli akan nasib bangsa.

Soal bisa ato tidaknya terealisasi, lagi-lagi itu semua tergantung kemauan dari para penguasa negeri. Sayah yakin!, banyak dari mereka (penguasa) masih peduli akan nasib bangsa untuk jadi lebih baek dari saat ini.

***

Okei, untuk itu mari kita urai cara kerja ndobosan sayah. Moga-moga ajah suatu saat nanti ada yang mau menyempurnakan.

Seperti nyang udah kita tau bersama-sama, kemajuan Teknologi Informasi itu udah ndak kayak dulu lagi. Internet maupun intranet udah bukan hal asing lagi bagi tiap telinga dinegeri ini, termasuk juga bagi warga dusun sekalipun, tentunya. Bahkan untuk memperkuat kesan membumi, sampe-sampe ada salah satu provider seluler mengeluarkan jargon produk, Internet Untuk Rakyat.

Dengan begitu, udah mengindikasikan kalok akses internet makin mudah dipake siapa saja. Dari mulae orang tua, anak muda, cowok, cewek, lesbi, gay, pokoknya siapa pun bisa ngakses selama ada fasilitas.

Saat ini, dimana perkembangan TI udah berkembang sebegitu pesat. Nyatanya, kita sebage pengguna malah belum memaksimalkan sisi positif dari perkembangan itu. Ndak sedikit dari generasi muda negeri ini ngakses internet sekedar buat kepentingan pribadi yang mengarah ke pencitraan.

Seperti sayah misalnya, dengan Blog ini, narsis kan?. Ato kalo ndak, palingan cuman buat melototin video bokep, nggosipin sampah otomotif, masang togel, ato mentok-mentoknya dipake mantengin artikel ndak penting macam tulisan inih. Iya ndak?πŸ˜€

Coba sekarang imajinasikan, kalok kecanggihan internet bisa dipake untuk mentransparasikan berbage hal yang udah diperbuat oleh para wakil rakyat.

Bayangkan kalok negeri ini punya Web Nasional Terintegrasi yang dengan mudah diakses oleh segala lapisan masyarakat, entah itu dari dusun sampe perkotaan secara instan dan realtime. Sebuah Web Nasional yang memaparkan prestasi sampe borok kerja dari babu-babu terhormat kita. Dan sebuah Web Nasional yang dengan mudah dijadikan ajang interaksi antara bos dengan babu secara lugas tanpa sensor untuk kemajuan bangsa.

Bayangkan itu…

***

Misal, pihak terkait ada yang sudi merealisasikan dobosan ini, kira-kira cara kerja serta point plus apa yang akan didapat? Soale gini, udah bukan rahasia umum kalok mbangun sesuatu yang berbau kemajuan teknologi ituh, dana yang dikeluarkan ndak sedikit dan juga membutuhkan SDM mumpuni untuk mengkreasikan. Jangan sampe setelah semua jadi, malah terbengkale ndak jelas juntrungnya. Buang-buang duit rakyat lagi kan?

Okei, akan sayah kasih tau cara kerja serta beberapa keuntungan dengan membangun Web Nasional terintegrasi seperti yang udah saya maksud diatas.

  • Notulen tiap kali nyelesein rapat ato sidang, garis besarnya harus dibuatkan laporan yang langsung diunggah ke Web Nasional. Hal ini dilakukan agar rakyat bisa melihat tanpa rekayasa, apa aja yang udah dirapatin. Jangan sampe ada lagi kata rapat ato sidang, tapi nyatanya malah ngrencanain korupsi berjamaah.
  • Pemaparan alokasi dana pembangunan sarana prasarana negara secara transparan melalui Web Nasional. Mulai dari sumber dana, banyaknya alokasi dana, kegunaan, sampe laporan pemakean dan sisa anggaran harus dipublikasikan secara realtime. Jangan lupa, update setiap saat. Hal ini dilakuin buat nekan, lagi-lagi bahaya laten korupsi yang udah terlanjur kronis.
  • Siarkan secara live-streaming sidang rapat yang membahas pemberdayaan sumber daya alam Endonesa. Lha terus apa manfaatnya? Rakyat bisa tau daerah mana aja yang SDA nya masih melimpah dan daerah mana saja yang sudah habis tereksploitasi. Dengan begitu, ndak ada lagi kata pembodohan massal pada rakyat soal masalah ini. Dan juga, melalui transparasi sidang ato rapat secara online, berapa nilae keuntungan yang diperoleh, berapa nilae yang masuk ke kas negara, dan berapa nilae yang dipake buat nyejahterain rakyat akan terpampang jelas. Ndak ada lagi manipulatif terencana oleh mafia terselubung.
  • Transparasi aliran pajak daerah secara up to date. Melalui Web Nasional, paparkan berapa nominal iuran pajak daerah yang udah diambil, jangan lupa sertakan detail sumber pajak dari mana aja yang masuk. Dengan begitu, rakyat bisa tau, daerah mana yang suka ngemplang pajak, daerah mana yang gemar nunggak pajak, ato bahkan daerah mana yang aktif ngeles pajak dengan alesan ndak jelas.
  • Monitoring secara realtime aliran dana pribadi wakil rakyat melalui Web Nasional. Dengan begini, publik bisa tau. Mana anggota DPR yang mendukung UU penenggelaman negera dalam hutang rentenir, ato mana aja anggota DPR yang menyetujui kebijakan ekspos SDA secara membabi buta. Melalui monitoring tersebut, akan terliat jelas perubahan prosentase nominal dana pribadi pihak yang bersangkutan terkait keputusannya. Kalok memang pihak tersebut ‘nakal’, maka angka ajaib akan terbentuk dan dari mana sumber alirannya akan terliat. Sangat memudahkan Tim Pemberantas Korupsi buat nekuk koruptor bukan?
  • Silahkan tambahin sendiri. Sayah kira situh lebih cerdas dari cara berpikir sayah saat ini.

***

Nah. Sarana prasarana akan TI saat ini udah tersedia. Tinggal ada kemauan untuk mendaya gunakan apa tidak?

Menurut sayah, pemerintah harus berani ngambil tindakan revolusioner. Kalok revolusi berdarah mampu menggulingkan pemerintahan yang dianggap korup, jangan sampe hal itu terulang untuk kedua kali.

Rakyat udah cukup sengsara untuk menanggung imbasnya. Lakukan revolusi teknologi. Karena hanya dengan itulah bisa tercipta sistem pengawasan yang ampuh. Ampuh untuk menciptakan penguasa serta wakil rakyat yang bener-bener bersih dan bebas dari infeksi korup.

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini