Untuk industri otomotif yang lebih baik.

Posted on 3 March 2012

83


Taukah sodara bahwa para Kapitalis Otomotif yang saat ini berkuasa, perlahan tapi pasti, tengah mengubah umat manusia dinegeri Bedebah menjadi sapi perahan paling produktip. Tidak peduli bapak, ibuk, kakak, adik, teman, pacar ato bahkan, ehem, selingkuhan situh, secara terang-terangan tengah dicuci otaknya menjadi generasi konsumtif, konsumtif akan suatu produk Otomotif yang digambarkan sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok setelah urusan perut.

Bage dalam film Contagion yang nyritain penyebaran virus flu mematikan dimuka bumi, sediki demi sedikit, umat dinegeri Bedebah juga digerogoti ‘virus’ keinginan untuk memiliki produk Otomotif terbaru hingga tak berbatas. Hanya tinggal masalah waktu sebelum semua dampak mematikan dari membludaknya kendaraan baru dijalan akan menjadi mesin pembunuh efektif bagi si manusia itu sendiri.

Aneh memang, manusia yang sudah teradiksi pola pikirnya menjadi generasi Otomania sejati terasa sulit untuk lepas dari candu kendaraan baru yang memabukkan. Bagi yang sudah akut levelnya, tingkat kefanatikannya sulit dipahami oleh orang awam. Wujud boleh sama-sama manusia tapi cara berpikir adalah suatu pembeda.

Memahami akan masalah seperti ini, sebage minoritas yang mencoba menyadarkan fanatikan Otomotif untuk lebih bijak dalam menghadapi ledakan populasi kendaraan pribadi, pastilah hanya akan buang waktu dan energi. Nah. Dari pada debat dengan ‘fans boy’ berotak dangkal, kenapa ndak ngikutin pola pikir para kapitalis Otomotif saja. Iya tow?

Industri otomotif itu mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi pola pikir manusia dengan berbage cara. Coba amati iklan otomotif disemua media, baik cetak maupun elektronik, baik mainstream atopun majorstream, semua punya daya magis tersendiri untuk membuat penikmatnya terbius. Tidak percaya? coba amati gaya berkendara orang-orang disekitar anda, khususnya generasi mudanya, bukankah kelakuan mereka mirip bintang iklan yang ada ditipi-tipi itu bukan?

1. Otomania itu setia kawan dengan rasa brotherhood melebihi sodara sedarah. Hal itu bisa diliat diiklan yang menampilkan klub-klub sepeda motor saling berkumpul dengan penuh suka cita.

2. Otomania itu kreatif. Bisa dilihat diiklan dengan menyampekan perasaan hati kelawan jenis dengan menggunakan motor, kalo jaman dulu mana ada?

3. Otomania itu selalu keluar dari pakem berkendara yang biasanya. Mengeksplore kemampuan motor dengan melakukan manuver menegangkan layaknya film jagoan macho.

4. Dan masih banyak lagi, silahkan ditambah kalo sudi.

Misal, pencitraan yang sudah ada diatas diperbaharui lagi untuk kepentingan segenap kalangan. Tidak sebatas pada kepentingan Otomania semata tapi juga untuk masyarakat awam. Contohnya…

1. Otomania adalah pengguna kendaraan fanatik yang tidak bodo apalagi dungu hingga mudah terjatuh kelembah adu domba bahkan pembodohan dalam bentuk apapun.

2. Otomania merupakan fanatikan kendaraan pribadi yang mengedapankan etika berbudaya nan elegan sewaktu berkendara. Taat peraturan lalu lintas dan menghargai hak pejalan kaki.

3. Otomania sejati adalah generasi yang terus dan selalu mendesak serta membantu pemerintah mencari solusi untuk memperbaiki sarana maupun pra sarana transportasi publik dengan cara bijak.

Nah. Dengan metode brainwash seperti yang sudah saya singgung diatas, saya yakin para kapitalis otomotif bisa mengubah perilaku elegan konsumennya. Elegan ketika mendaya gunakan produk otomotif dijalan melebihi masyarakat awam tentunya.

Tapi sekarang yang jadi pertanyaan adalah, adakah dari mereka yang peduli terhadap masalah seperti ini? Adakah satu saja kapitalis otomotif yang sudi bekerja sama dengan pemerintah terkait untuk memperbaiki, mengembangkan, bahkan memajukan sarana transportasi publik dinegeri Bedebah seperti yang sudah saya singgung diatas? Bukan sekedar mengeksploitasi konsumen untuk tetap menjadi bodoh layaknya sapi perahan, tapi harusnya bisa lebih dari itu, kan?

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini