Cuman kasih tau, kenapa sekarang jarang publish (semoga ada hikmahnya).

Posted on 8 March 2012

85


Mungkin. Para Sampah Mania di Blog Gemblung ini pasti bertanya-tanya. Kenapa segh frekuensi update artikel sekarang ini begitu jarang. Iya kan? Untuk menjawab rasa penasaran situh, hari ini akan sayah kasih tauk kenapa-kenapanya. Semoga aja dengan pemberitauan ini ada hikmah yang bisa diambil dari perjalanan ngeBlog sayah.

***

Buat sayah, seorang manusia yang kapasitas otaknya ndak lebih besar dari pada upil, ngeBlog selama sebulan tanpa putus itu sinting. Ndak masuk akal. Buang-buang energi percuma. Seolah manusia hidup hanya untuk memuja eksistensi maya. Terkesan memaksakan sesuatu yang ndak ri’il. Tapi nyatanya, beberapa waktu kemarin saya malah bergumul dengan kegiatan tersebut. Menyenangkan memang, tapi menyenangkan yang seperti apa? itu yang sampe saat inih sayah ndak bisa jawab.

Syukurlah, Puji Tuhan, Alhamdulillah. Sekarang berakhir sudah kegiatan konyol tersebut. Dengan kesadaran penuh, saya berusaha untuk membatasi keliaran ide yang selalu berdenyut-denyut mesra diujung kepala (hmm…kepala yang mana nich ya? coba tebak ;-)). Membatasi disini bukan berarti sudah mulai menipisnya bahan tulisan layaknya stok penampakan ‘mahkluk halus‘ yang kian hari kian banyak diikuti style-nya oleh beberapa Blogger junior. Tidak, bukan seperti itu. Melainkan lebih ke memberikan kwalitas dari pada kwantitas tulisan. Tau kan, kalo mbikin artikel yang ‘menyesatkan‘ pola pikir publik itu lebih susyah dari pada mbikin artikel pasaran yang mudah dicerna tapi mudah juga dilupakan. Saya ndak mau Blog ini cuman menjadi Blog ‘one hit wonder‘ semata, tapi harus lebih dari itu, menyesatkan banyak pihak, terutama pihak yang mempunyai kedewasaan dalam berpikir dan mencerna segala permasalahan sosial yang ada. (Percayalah kalo ini alesan sayah aja karena udah mulai males nulis! :-))

Maka untuk ituh, dari pengalaman ngeBlog selama ini, saya akan bagikan hikmahnya kesituh semua, pokoknya gratis-tis-tis…dan mungkin ni ya, siapa tau aja ada gunanya.

– Yang pertama. Dalam menulis, imajinasi itu tak berbatas. Tiap kali wawasan kita kembangkan, pikiran akan mulai meliar, memikirkan lagi hal-hal baru ato wacana-wacana baru yang siap berkembang. Tapi. Semakin pikiran berkembang liar, kemalasan juga akan datang tak terbatas.

– Yang kedua. Masih soal kemalasan. Melakukan penundaan pekerjaan itu tidak bagus. Setiap hari pasti ada aja kesempatan buat nulis, tapi setan kemalasan datang menghampiri. Nyantai, nyantai, dan nyantai menjadi suatu kebiasaan. Kalo sudah gini akibatnya jelas! Merasa kejar tayang, asal nulis, ejaan berantakan, kosa kata ancur, topik pun ngelantur. Tapi kok anehnya nekat publish jugak. Hal semacam inilah yang jadi kebiasaan dalam ngeBlog sehari-hari, bahkan dalam menyelesaikan pekerjaan pun ikut terbawa seperti itu. Kalo sudah gini apa masih juga nyalahin setan?

– Yang ketiga. Terlalu tenggelam dalam pikiran liar itu juga tidak bagus. Manusia diciptakan untuk bersosialiasi sesuai kodratnya. Bersosialisasi dengan masyarakat nyata bukan hanya maya.

– Yang keempat. Tiap hari mbikin artikel, tiap hari posting itu lagi-lagi tidak bagus untuk kehidupan bertetangga dimasyarakat Blogsphere. Setidaknya itu menurut saya lho. Kenapa? sudah jelas, situh pasti jarang melakukan kunjungan balik ketetangga karena sibuk dengan artikel-artikel panas. Resiko ketinggalan berita itu pasti. Sampe-sampe para tetangga melacurkan diri jadi kaki tangan ‘Kapitalis‘ pun situh tidak tau. Kalo sudah gini bakalan nyesel karena jatah uang jajan‘ tidak bisa didapat.

– Dan yang terakhir. Ini khusus untuk Blogger yang udah berkeluarga macam sayah. Hasrat seksual itu berhubungan erat dengan kreatipitas. Jadi gini, jika situh lagi horny berat tapi pasangan lagi ndak mood ngelayanin, alias ndak punya penyaluran tapi takut dosa jika bersetubuh dengan tangan. Melakukan aktipitas yang kreatip macam modip motor, bikin lagu, ato nulis artikel buat Blog adalah jalan keluar yang bermanpaat. Tubuh tetap horny, titit tetap berdiri, kreatifitas tetap terjadi. Tapi. Jika kegiatan ini tetap dijaga dan menjadi suatu kebiasaan yang menyenangkan, tidak menutup kemungkinan bisa-bisa pasangan situh akan berpindah kelain body. Sangat menyakitkan bukan jika memang benar-benar terjadi?

Demikian dari saya,

Salam.

**********************************************

“Momi, momi, dedek pinjam laptopnya dong!”

“Kakak dulu dong dek, iya kan mi?”

“Tidak semuanya, momi baru sibuk. Jangan ganggu momi ya!”

“Sibuk apa sih mi? momi baca apa sigh? dedek pengen baca juga dong.”

“Tidak! Nanti aja kalo kamu udah dewasa silahkan baca Blog yang momi baca.”

“Kenapa sigh mi? dedek kan udah besar.”

“Kalo kakak boleh kan mi? kakak kan udah besar, bentar lagi masuk SD.”

“Tidak. Dewasa disini bukan berarti besar, tapi udah dewasa dalam berpikir dan mengambil kesimpulan. Yeah, kayak momi gini lah. Besok kalo udah dewasa aja yach…”

“Jadi Blog yang momi baca itu buat orang dewasa ya?”

“Yup”

“Blognya siapa sigh mi?”

“Temen mami”

“Temen yang mana sigh?”

“Yang kemarin lusa kesini itu lho, yang beliin kamu ice cream.”

“Ooo…yang pas papi pergi ke Surabaya terus maenan ma mami itu ya? yang main kuda-kudaan seperti momi ma papi bikin dedek dulu itu ya?”

“Hah! dari mana kamu tau?!!!!”

….

Posted in: Petuah & Opini