Perihal komentator gila, rusuh, klonengan menurut Blogger kampung, seperti saya.

Posted on 17 March 2012

99


Masih hangat soal masalah komentator gila, komentator rusuh, ato komentator klonengan menurut istilah Seleb Blog ibukota bener-bener mbuat geleng-geleng pihak yang dirugikan. Iya, dirugikan, yang namanya Blogger juga manusia. Dengan susah payah udah ngebangung Blog dari nothing menjadi something, begitu terkenal lalu diserang dengan berbage macam hal yang menjurus ke fitnah oleh komentator tidak tau diri. Bener-bener mengusik ego bukan?

Tapi memang hal yang lumrah menurut sayah, kalo ada orang sukses membuat orang laen iri kemudian menjegal popularitas pihak tersebut. Kalo sudah gini, siap-siap aja sebagai seorang Blogger terkenal, anda akan menerima kritikan, hujatan, ejekan, cemo’ohan ato malah pitnahan sekalipun oleh pihak tak bertanggung jawab. Bener-bener sesuatu yang belum pernah dirasakan ketika berproses menjadi terkenal, bukan? Kalo sudah begini, bagemana reaksi anda? Takut citra baek tercoreng? kalo iya, itu manusiawi.

Lantas kalo bener anda mengalami ketakutan, sikap apa yang harus anda lakukan?

Yeah, namanya juga Blogger. Berani beropini, berani menyajikan suatu makalah, berarti harus berani pula dikomentarin. Lihat siapa yang mengkritik anda, mengejek pemikiran anda, ato memitnah anda lewat komentar. Klik balik nama si komentator, kalo dia punya Blog, baca semua tulisan-tulisannya. Siapa tahu dia memang lebih canggih pola pikirnya dari anda. Jangan merasa pintar kalo memang dia lebih pintar dari anda. Ingat anda hanyalah manusia yang mempunyai keterbatasan. Anggap aja kritikan, ejekan, ato malah pitnahan yang datang dari komentator tersebut adalah teguran dari seorang guru. Jarang-jarang kan murid bodo ditegur gurunya untuk jadi lebih pintar?

Lha kalo kritikannya, hujatannya, ejekannya, ato pitnahannya datang dari komentator ber-anonymous gimana?

Jangan buru-buru ngasih stempel kejidat mereka sebage tukang nyampah layaknya komentator di Blog inih. Anggap ajah mereka sebage manusia-manusia pintar, setidaknya mereka lebih pintar melakukan hal nista dari pada anda bukan?

Dan juga, anda harus berterima kasih kepada mereka. Karena tanpa mereka, tentunya anda tidak akan menjadi Seleb Blog seperti saat ini. Anda bukan siapa-siapa. Jadikan segala kritik, hujatan, ejekan, cemo’ohan, atopun pitnahan sebage motivasi buat nulis lebih baek dari sekarang. Karena juga, apapun komen terbodoh yang udah komentator lontarkan, akan menjadi hiburan bagi pembaca yang laen. Selain ituh, hal tersebut akan menjadi semacam pengingat bagi anda, betapa menyedihkannya kualitas pendidikan formal di Endonesa selama inih. Tidak cuman soal pendidikan ekternal, tapi juga kualitas orang tua-orang tua dalam memberikan pendidikan internal, nyatanya masih jauh dari kata memuaskan. Ingat! gaya komen yang dilontarkan komentator tidak sedikit menggambarkan tingkat EQ maupun IQ nya.

Jadi kesimpulannya?

Ketika anda sudah merasa menjadi Seleb Blog ato setidaknya Blog anda rame dibicarakan orang, ketika tidak sedikit juga orang berusaha merusak citra anda sebage Blogger yang tidak mau dikatakan kacangan, jangan terburu-buru untuk mem-baned, mem-block, ato men-delete komen mereka. Memang disini ego anda akan berasa pedih bak diiris perih, tapi liatlah dari sisi spiritual. Gunakan pengalaman seperti itu untuk meningkatkan kualitas pengendalian diri anda. Menahan nafsu dan amarah.

Barang kali ajah, siapa tau, dengan anda mampu mengendalikan diri lebih baek, berarti mampu pula anda mengendalikan syahwat dengan lebih hebat. Siapa tau pula, dengan anda mampu menahan gejolak terhadap komentator yang anda anggap pembawa bencana, mampu pula anda untuk tidak mudah tergoda selingkuh, sex bebas, ato mungkin zinah. (ada hubungannya nggak, sigh?)

“Jika anda mampu mengendalikan syahwat, melihat hal semacam ini saya kira bukan suatu masalah”.

Tapi…

Jika hujatan konyol, kritikan pedas, fitnah kejam adalah pemicu emosi anda. Segeralah konsultasikan masalah ini ke dokter pribadi. Jangan hanya karena Blog, anda akan semakin dekat ke Sang Pencipta. Memang kenapa? Jika anda sudah emosi menghadapi sebuah komentar, tekanan darah pasti meningkat, dan ujung-ujungnya apa? stroke kan? Dengan begitu, aliran darah yang terpompa kejantungpun meningkat lebih besar dari biasanya. Iya, jika jantung anda masih sehat, bagemana jika kolesterol jahat sudah meracuni gara-gara pola hidup ibu kota yang tidak sehat sebage pemicu? Saya tidak mau ada Blogger kondang mati gara-gara ulah komentator.😉

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini