Teruntuk betinaku.

Posted on 16 July 2012

15


Pada suatu masa, seorang kawan, perempuan, cantik, dan tentunya menggoda, begitu bangga menyandang gelar ‘ayam betina’. Dimana ungkapan itu disandang bukan tanpa sebab, semua menggambarkan kehidupannya yang selama ini bebas, belum mau terikat, dan, ehem, liar.

Dia begitu jumawa membaptis dirinya sebage ayam betina yang gemar berpetualang kesana kemari, dan tentunya, semua gerak langkah kaki selalu diiringi lirik mata lelaki yang tersirat rasa penasaran, dan juga, libido membara!

Tapi, semua seolah berubah, sejak ‘kawan’ akrabnya, seorang pria, menjadi suami dan menjadi ayah dari putri nan jelita. Si betina tak habis pikir, apa yang bisa membuat bahagia si kawan akrab?. Baginya, si kawan seolah hidupnya sudah sempurna dan selesai, terlebih saat menggendong sang putri.

Seketika itu si betina tersadar, bahwa momen seorang wanita menjadi benar-benar wanita adalah saat ia berani meninggalkan zona nyaman penuh kebebasan, yang kemudian memutuskan untuk menikah dan membahagiakan keluarga. Tak lagi menjadi ayam betina yang bertualang kesana kemari dan meninggalkan luka bagi siapa yang berharap.

Betul, dalam hal seperti ini, menjadi wanita sejati adalah ketika berani menerima pinangan seorang lelaki yang memintanya jadi teman seumur hidup.

***

“Buat teman ‘akrab’ ku, selamat atas kebahagiaanmu hari ini”. (Nangis bombay, selingkuhan udah diambil yang punya – Waktunya berburu yang baru!.)😦

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini