Yah, bentar lagi lebaran…

Posted on 14 August 2012

33


“Yah, bentar lagi lebaran, pasti deru bising polusi rumah ibadah bakal meningkat. Tapi tenangkan hatimu, aku sudah berniat tidak seperti ‘mereka’, aku akan lebih hening dan khusyuk dalam menyambut hari kemenangan.”

“Yah, bentar lagi lebaran, banyak calon teroris cilik berlatih meledakkan petasan. Tapi tenangkan hatimu, aku sudah bertekad menjaga anak kita untuk tidak turut seperti ‘mereka’.”

“Yah, bentar lagi lebaran, hari yang sepadan untuk menyambut keserakahan dan hawa nafsu. Kalo tahun kemarin aku rakus menaikan dosis shopping, maka sekarang aku akan belanja dengan sederhana dan lebih selektif. Dari pada memuja nafsu mata, lidah, dan perut, aku akan lebih peduli pada kandungan gizi makanan yang aku beli. Tenangkan hatimu, aku akan membuat keluarga kita lebih beradab dari mereka yang menyiksa diri dan kesehatan.”

“Yah, bentar lagi lebaran, saat THR ku turun, aku tidak akan seperti ‘mereka’, mayoritas masyarakat beriman yang secara sadar menguras tabungan demi pakaian baru, membiayai penampilan demi gengsi, dan merayakan kemenangan palsu dalam kesia-siaan nanti. Kali ini aku akan murtad, tetap mengenakan pakaian lama yang masih layak pakai.”

“Dan, yah, bentar lagi lebaran, ditahun ini aku berniat tidak puasa penuh. Kalo nanti aku dipenuhi tatapan aneh, nasehat atopun cercaan dari sodara, orang tua, bahkan manusia lain yang merasa lebih suci dari manusia yang tidak berpuasa, tenangkan hatimu, aku akan menerimanya dengan lapang hati, sabar, dan penuh rasa hormat. Karena dulu pun aku juga pernah begitu, disaat berpuasa, aku merasa lebih mulia dari yang tidak berpuasa. Iya, yah, semua ini aku lakukan semata-mata demi jadi ‘tandon lendirmu’, karena jujur, sebagai istri dan manusia biasa, aku pun juga menginginkannya.”

“Semoga saja yah, dilebaran kali ini, aku bisa lebih baik dan tidak semata-mata, membabi buta, menelan bulat-bulat, tradisi dan ajaran yang tidak relevan.”

Demikian dari aku,

Istrimu.

Posted in: Petuah & Opini