Menjadi tua, keriput, berlemak, dan berotak mesum.

Posted on 21 January 2014

10


Sempet berkali-kali curi denger pembicaraan temen pas ditelpon sama istrinya, “Pah, sudah makan siang belum?“, begitulah kalimat pembuka dari obrolan mereka berdua yang beberapa menit kemudian diakhiri dengan sapa, “jangan lupa makan yach…“.

Sedetik kemudian otak ngeres sayah pun ngobrol sendiri, “mbak-mbak, kalo nanya suami tuh mbok ya disesuaikan dengan umur, emangnya usia laki seperti kita yang udah punya anak satu tuh masih seperti bocah dalam masa pertumbuhan?. Mbok ya kalo bisa sapaannya diganti, misal, Pah pulang cepet ya, mamah kangen, pengen ngeseks nih.”πŸ˜€

***

Yagh, buat para istri yang mungkin punya pengalaman cerita seperti temen sayah diatas, ndak papa segh berbasa-basi kesuami ber-chit-chat disela rutinitas yang menjemukan. Tapi alangkah baeknya kalo topiknya diganti tidak sebatas urusan perut, bukankah bawah perut terasa lebih sexy? eh, em, maksutnya kan bisa bahas topik laen misal kapan ningkat rumah, kapan ganti tunggangan, ato setidaknya besok dimana ngasuransiin pendidikan anak. Ya, bukan kenapa-napa segh, biar suami-suami situh tuh yang ereksi ndak cuma kepala bawah aja, kepala atas juga.

Tau ndak mbak? bocah-bocah seumuran kita nih, yang perlu dikembangkan bukan cuma lemak diperut pertanda kemapanan, tapi perkembangan kebijaksanaan, finansial, dan ‘kesetiaan juga. Jangan biarkan mereka menjadi pria tua, keriput, berlemak, serta berotak mesum. Bantu suami-suamimu menjadi pejantan berwawasan luas, jangan cuma seluas selangkangan istri.πŸ˜‰

Demikian dari saya,

Salam.

Posted in: Petuah & Opini